Rabu, 17 Maret 2021

6 Prosedur yang Wajib Dilakukan Saat Budidaya Tanaman Hias

 

Bagi Anda yang ingin budidaya tanaman hias, tentu standar operasional prosedur proses budidaya tanaman hias harus diperhatikan dengan baik. Dikarenakan budidaya tanaman hias ini sangat berkaitan dengan iklim lingkungan, media tanaman, penyiapan benih, pemindahan bibit, pemupukan, dan pengairan.

Jika digaris bawahi, standar operasional tersebut sudah mewakili teknik budidaya tanaman hias secara keseluruhan yang terdiri dari 6 tahap, yaitu :

Teknik Pemilihan Media Tanam

Dalam proses pemilihan media tanam, pastikan sesuai dengan jenis lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman hias. Umumnya pemilihan media tanam terdiri dari dua jenis, yakni menggunakan pot dan menggunakan tanah terbuka. Media tanah yang menggunakan media pot ataupun lahan terbuka harus diolah terlebih dahulu.

Baca Juga:

Media Tanam Tanaman Hias

Media tanam ini biasanya dilakukan dengan cara menggemburkan tanah dan memberikan pupuk. Jika ditanam di media pot, Anda bisa menambahkan sekam dan kerikil sebagai bagian dasar tanah.

Pemilihan Bibit

Teknik ini membutuhkan ketelitian yang baik di dalamnya. Jenis bibit yang dipilih harus benar-benar memiliki kualitas agar mempermudah pertumbuhan. Oleh karena itu, bibit yang dibeli di toko, harus dipastikan toko tersebut terpercaya dan terkenal kualitasnya. Dalam hal ini, pemilihanya juga harus berkaitan dengan kesesuaian lingkungan.

Penyemaian

Penyemaian dapat dilakukan dengan cara penyebaran bibit pada lahan yang sudah disediakan. Teknik ini juga harus memperhatikan jarak dan jumlahnya. Jenis biji yang tergolong kecil, dalam satu area bisa disebar 2 sampai 3 bibit. Untuk jaraknya sendiri bisa disesuaikan dengan besarnya tumbuhan. Apabila tanaman hias yang akan ditanam semakin besar, maka jarak antara bibit yang satu dengan lainnya juga semakin jauh.

Penanaman

Memulai proses penanaman dapat dikerjakan sejak pemindahan benih ke media tanam utamanya. Benih yang dipindah harus dipastikan sudah cukup kuat untuk menopang batangnya sendiri. Teknik ini harus memiliki kedalaman yang cukup.

Penanaman Bibit - Pemindahan Tanaman

Setelah proses penanaman, yang harus segera dilakukan yaitu menyiram dengan air yang cukup. Maka dari itu, proses penanaman ini lebih baik dilakukan pada pagi hari disaat tumbuhan mulai melakukan fotosintesis dengan sinar matahari.

Perawatan

Proses perawatan pada tanaman harus dilakukan secara rutin agar kesegaran tanaman bisa bertahan lama. Teknik ini dibagi menjadi 3 tahap penting, yaitu:

- Teknik penyiraman, bisa dikerjakan sehari sekali untuk tanaman luar ruangan. Sedangkan tanaman dalam ruangan, bisa disiram 3 hari sampai seminggu sekali.

- Penyiangan, yakni pemangkasan berbagai tumbuhan pengganggu yang ada di sekitar bunga hias. Contohnya tanaman rumput atau tumbuhan parasit lainnya.

- Pengendalian hama, yaitu pencegahan hama agar tidak menempel pada tanaman dengan cara memberinya pestisida organik. Namun pemberian pestisida ini jangan terlalu sering dilakukan agar tidak merusak nutrisi tanaman.

Pemanenan dan Pasca Panen

Teknik yang satu ini adalah hasil akhir dari kegiatan budidaya tanaman hias, yaitu penyiapan tanaman untuk disimpan dan dipasarkan. Berbeda dengan proses pemanenan, proses pasca panen adalah kegiatan yang berkaitan dengan penyimpanan dan pemasaran tanaman agar aman sampai di tangan konsumen dan banyak yang tertarik untuk membelinya. Teknik pemanenan dan pasca panen bunga hias bisa dikategorikan menjadi 3 jenis sesuai penggunaannya, yaitu bunga potong, tanaman hias pot, tanaman lanskap

Kamis, 04 Maret 2021

Cara Mudah Menanam Kunyit di Dalam Pot atau Polybag! Sangat Mudah Dilakukan di Rumah


Tanaman kunyit (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.) atau juga disebut janar dan kuning dibeberapa daerah, merupakan jenis tanaman akar-akaran seperti laos, jahe, kencur Dll. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara kemudian menyebar ke Malaysia, Indonesia, Australia bahkan ke Afrika, dengan ciri tanaman kunyit memiliki warna kuning pada buahnya dan warna kuning kehijauan pada daunnya. Daun pada tanaman kunyit umumnya berukuran lebar dan berwarna kuning kehijauan. Tanaman kunyit umumnya digunakan sebagai bumbu masakan, pewarna alami dan obat atau jamu herbal untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Tanaman kunyit sering dianggap sepele, namun ternyata tanaman ini mempunyai banyak sekali manfaat. Kelebihan pada tanaman kunyit, yaitu dapat dibudidayakan dengan mudah meskipun dengan lahan yang sempit. Kunyit dapat dibudidayakan menggunakan pot atau polybag, dengan cara menanam menggunakan beberapa tahan seperti pembibitan, penyemaian, pengolahan tanah, penanaman bibit, pemupukan, dan penyiraman. Berikut tahapan menanam kunyit.

Pembibitan dan Penyemaian Rimpang Kunyit

Pembibitan tanaman kunyit dilakukan dengan mengambil rimpang kunyit yang sudah tua, karena lebih cepat mengeluarkan tunas. Usia kunyit yang baik dijadikan sebagai bibit disarankan berkisar 8 bulan, karena semakin tua kunyit maka bibit dan tunas yang akan dihasilkan juga akan semkain bagus. Jumlah rimpang yang digunakan untuk pembibitan dapat disesuaikan dengan jumlah yang ingin anda budidayakan pada pot atau polybag. Jumlah rimpang masing-masing satu untuk pot atau polybag yang akan digunakan dalah budidaya kunyit. Langkah selanjutnya adalah penyemaian bibit kunyit.

  • Letakkan rimpang kunyit pada media tanam yang telah disiapkan dengan kondisi sedikit lembab.
  • letakkan rimpang pada tempat yang terhindar dari sinar matahari secara langsung pada tempat yang teduh.
  • Lalu taburi rimpang dengan tanah tipis pada bagian atas dan lakukan penyiraman setiap sore hingga media tanam terlihat lembab, hal ini bertujuan untuk menghasilkan tunas atau bibit kunyit yang bagus.
  • Rimpang kunyit yang telah disemai akan tumbuh setinggi 10 cm dan saat itu pengabilan tunas dapat dilakukan.
  • Masing-masing pot atau polybag hanya dapat diisi dengan satu tunas.

Pengolahan Tanah

Media tanam untuk tanaman kunyit dilakukan dengan mencampur tanah gembur, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1, campuran ketiga bahan tersebut dapat diisikan ke dalam pot atau polybag yang telah anda siapkan. Ukuran pot atau polybag yang dapat anda gunakan adalah sedang sampai besar tergantung selera. Letakkan pecahan batu bata atau genteng pada bagian bawah media tanam agar media tanam dapat terjaga pada saat penyiraman dilakukan, campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang sebaiknya diberikan setinggi 20-30 cm.

Penanaman Bibit Kunyit


Bibit yang siap digunakan adalah rimpang yang telah memiliki tunas pada saat penyemaian dilakukan dengan ukuran ketinggian tanaman berkisar antara 10 cm, lalu tunas dapat dipotong dan siap digunakan. Penanaman dapat dilakukan dengan.

  • Buat lubang pada media tanam dengan kedalaman 5-10 cm.
  • Masukkan bibit kunyit atau tunas ke dalam lubang yang telah disiapkan.
  • Masing-masing lubang hanya dapat diisi dengan satu tunas atau satu bibit kunyit.
  • Tutup kembali lubang tanam dengan campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dan sedikit padatkan.
  • Penyiraman dapat diberikan secukupnya hingga tanah terlihat lembab.

Pemupukan

Pemupukan dapat diberikan dengan menggunakan pupuk organik seperti pupuk kadang atau kompos, hal ini bertujuan untuk meminimalisir resiko yang berbahaya akibat penggunaan pupuk kimia. Pemupukan dilakukan setiap satu bulan sekali dengan campuran antara tanah pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Pemupukan dilakukan untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman agar mempunyai rimpang yang baik pula.

Penyiraman

Penyiraman pada tanaman kunyit dapat dilakukan setuap 2 atau 3 hari sekali untuk menjaga kelembaban media tanam, penyiraman dapat dilakukan pada sore hari dengan intensitas sedang atau sampai media tanam terlihat lembab. Penyiraman yang terlalu berlabih dapat menyebabkan pembusukan pada bibit atau rimpang kunyit.

Masa Panen Kunyit


Pemanenan tanaman kunyit dapat dilakukan saat tanaman telah berumur sekitar 8 bulanan setelah masa tanam, pemanenan pada masa ini disebut masa panen idela hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas kunyit. Pemanenan pada saat ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas rimpang kunyit agar tidak kusut, sehat, mempunyai berat ideal, tidak cepat busuk dan tetap segar meskipun disimpan dengan jangka waktu lama. Penyimpanan kunyit setelah panen, dianjurkan pada tempat yang kering dan sejuk agar kunyit dapat bertahan lama pada saat dipasarkan.

Sekian pembahasan tentang cara budidaya tanaman kunyit semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan bisa membantu kalian untuk budidaya tanaman kunyit dan jangan lupa share artikel ini agar semua orang dapat melihat informasi budidaya tanaman kunyit. Terima Kasih

Rabu, 03 Maret 2021

Yuk Mengenal Bunga Putri Salju, dari Cara Merawat Hingga 5 Jenisnya

Mari Mengenal Tanaman Putri Malu yang Lagi Hits

Mendekorasi rumah agar tampil cantik dan menarik tidak hanya harus menggunakan biaya yang mahal dan berlebihan. Berbagai macam tanaman yang lebih alami dapat Anda manfaatkan untuk menghiasi halaman rumah Anda, seperti dengan menanam tanaman hias, berbunga atau tanaman hias eksotik yang hanya ada di halaman rumah Anda.

Salah satu tanaman hias eksotis yang cukup unik adalah tanaman bunga snow white, walaupun terkenal dengan tanaman berbunga, snow white lebih menarik pada bentuk daunnya. Tanaman snow white atau Senecio cineraria ini merupakan tanaman parennial yang memiliki daya tahan untuk tumbuh dan bertahan selama puluhan tahun.

Di beberapa negara tanaman ini disebut juga Dusty Miller dan belum banyak dikenal masyarakat di Indonesia. Namun, jika tertarik untuk mengunjunginya, Anda bisa mengunjungi tempat wisata bunga di Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Bagi Anda yang sudah memilikinya namun belum begitu mengetahui cara merawat tanaman yang satu ini, berikut beberapa tips yang perlu Anda lakukan:

Media tanam

Salah satunya faktor penting yang perlu jadi perhatian dalam memiara tanaman bunga putih salju ialah media tanamnya. Tanaman ini condong mempunyai karakter ditanamkan pada media yang tidak kuat banting. Pakai tanah yang lembab atau mempunyai kompos yang bagus supaya tanaman Putri Salju bisa tumbuh subur.

Intensitas Sinar Matahari

Perlu diketahui bahwa tanaman putri salju membutuhkan sinar matahari yang cukup dan tidak terkena sinar matahari langsung secara terus menerus.

Tanaman ini cocok ditanam di daerah yang sejuk dan juga teduh, oleh karena itu perlu dipastikan intensitas cahaya matahari yang tepat yaitu sekitar 35 - 50% pada media pot.

Jika melakukan perawatan pada area yang lebih luas, kebutuhan akan intensitas cahaya akan meningkat yaitu sekitar 45 - 60%.

Penyiraman Putri Salju

Perhatikan penyiraman saat melakukan perawatan pada tanaman bunga putri salju. Bila menggunakan periuk, dapat disiram 1 kali sehari dengan jumlah air sekitar ½ liter untuk satu panci.

Namun, jika Anda menanamnya di area yang lebih luas, Anda membutuhkan air yang lebih banyak, sekitar 1 liter per satu tanaman putri salju. Jika Anda meletakkannya pada media dengan intensitas cahaya yang cenderung terkena sinar matahari, besar kemungkinan tanaman Anda akan cepat layu dan akhirnya mati.

Pemupukan Putri Salju

Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya dalam merawat tanaman bunga putri salju adalah dengan memberikan nutrisi yang cukup melalui pemupukan.

BACA JUGA:

Budidaya Pepino, Tak Hanya Buah Obat Juga Menambah Pundi-Pundi Rupiah

Tips Mudah Budidaya Terong Bagi Pemula! Dapat Dilakukan di Rumah

Cara Menanam Pohon Kelapa Beserta Perawatannya! Sangat Mudah di Lakukan

Disarankan untuk menggunakan kompos atau pupuk kandang yang telah diolah terlebih dahulu sehingga dapat menekan biaya dalam perawatan dan tentunya lebih natural.

Namun bagi Anda yang tidak sempat melakukan hal seperti itu, Anda bisa memanfaatkan pupuk kimia berupa pupuk NPK daun. Pemberian pupuk diberikan sebulan sekali dengan cara memberi lubang pada tanaman seputih salju di tepinya, jangan lupa tutup lagi lubang tersebut dengan tanah.

5 Jenis Dusty Miller, Tanaman Putri Salju yang Semakin Banyak Diburu

1. Dusty Miller 'Cirrus'

Dusty miller cirrus adalah alternatif lain yang menawan untuk tanaman ini yang juga dikenal sebagai bunga putri salju. Bentuknya cukup unik dibanding bunga putih salju lainnya karena bentuknya lonjong seperti bayam.

Warnanya mendekati silver dengan kombinasi corak hijau. Keunggulan jenis ini adalah dapat menahan segala kondisi cuaca. Dusty miller cirrus menghasilkan warna kontras yang bagus jika Anda meletakkannya di tempat dengan cahaya yang cukup, seperti jendela.

2. Dusty miller 'silver dust'

Dusty miller, jenis debu perak, populer sebagai tanaman yang biasa ditempatkan sebagai dekorasi taman. Daunnya berbentuk seperti kangkung dengan kombinasi warna hijau keperakan. Jenis debu perak lebih mudah berbunga dengan bunga kuning.

Memiliki nama ilmiah Senecio cineraria, debu perak dapat tumbuh hingga tinggi dan lebar hingga 10 inci. Jenis debu perak ini membutuhkan sinar matahari penuh. Jadi, Anda bisa meletakkannya di teras agar mendapat cahaya sepanjang hari.

3. Dusty miller 'new look'

Varietas daun tampilan baru lebih besar dari varietas serbuk perak. Tampilan baru juga lebih produktif dengan tumbuhnya daun dengan karakter tebal dan berwarna perak. Semakin rajin pemangkasan tanaman ini maka akan semakin cepat pula pertumbuhannya.

Penampilan baru bisa tumbuh setinggi 12-18 inci. Juga membutuhkan waktu 90-120 hari untuk tumbuh kuat. Pastikan Anda menyiramnya sampai ke akarnya. Anda bisa meletakkannya di deretan tanaman seperti lavender atau mawar dan tanaman lain yang memiliki aroma harum.

4. Dusty miller 'silver lace'

Renda perak memiliki bentuk daun menyerupai tanaman suplir dengan ujung bergerigi. Sayangnya, jenis penggilingan berdebu ini memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat.

Juga dikenal sebagai apsintus pantai dan mughwort, renda perak cocok digunakan di awal musim semi. Sama seperti pabrik berdebu lainnya, tanaman ini sangat cocok untuk Anda jadikan tanaman hias di taman.

5. Dusty miller 'silver filigree'

Kerawang perak juga dikenal sebagai kaskade perak. Varietas kerawang perak dapat tumbuh hingga 4-8 inci dengan penyiraman yang memadai. Sama seperti pabrik berdebu lainnya, dibutuhkan sinar matahari penuh untuk bertahan hidup.

Anda bisa meletakkan kerawang perak sebagai tanaman hias untuk digantung atau ditempatkan di sebuah lanskap. Kerawang perak tampak hebat saat mekar dengan daun-daun kecilnya yang bergerombol. Jika ingin menanam sendiri, Anda bisa memulainya pada bulan April atau Oktober

Selesai sudah artikel untuk hari ini, jangan lupa selalu kunjungi website ini untuk update berita terbaru ya. Sampai jumpa.

Selasa, 16 Februari 2021

7 Jenis Aglonema Bercorak Unik Mempesona, Membuat Ruangan Makin Cantik

Tanaman Cantik Aglonema

Hai, kembali lagi bersama penulis yang akan membahas seputar dunia pertanian, perkebunan, pertanian dan juga perternakan.

Belakangan ini, popularitas tanaman aglonema yang lebih kita kenal sebagai Sri Rejeki atau Chinese Evergreens sedang naik daun. Tanaman hias dari suku talas banyak dipilih untuk mempercantik interior ruangan karena perawatannya cukup mudah, tidak seperti tanaman hias lainnya.

Tanaman ini tidak membutuhkan banyak paparan sinar matahari dan juga dapat tumbuh dengan baik di tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Maka, wajar saja jika banyak orang yang jatuh hati dengan tanaman sri rejeki, ratu tanaman daun hias ini. Aglonema sendiri memiliki banyak jenis dengan corak yang rapi dan unik. Nah, buat kamu yang tertarik untuk menambahkan tanaman ini sebagai dekorasi ruangan, pastikan memilih salah satu rekomendasi berikut!

1. Aglonema Red Ruby

Aglonema red ruby ​​memiliki daun yang indah dengan gradasi warna yang didominasi warna merah, sehingga rona hijaunya terlihat kontras. Sangat mudah dalam hal perawatan menjadi alasan banyak pecinta tanaman hias indoor yang memelihara ruby ​​merah. Alasan lain adalah bahwa dibandingkan dengan varian lain, trah ini memiliki umur yang panjang.

2. A. Pride of Sumatra

Jenis tanaman aglonema ini beda dengan yang lain lho. Dikabarkan berasal dari pulau Sumatera, jenis ini pernah mendapat julukan aglonema kebanggaan Sumatera. Ramping dan memanjang adalah ciri khas bentuk daun kebanggaan Sumatera. Sedangkan daunnya tegas dengan corak merah muda dan putih. Benar-benar cantik dan membuatku merasa tidak enak.

BACA JUGA:

Mari Berkebun di Dalam Air dengan Aquascape

- Akibat Berbahaya Jika Kamu Tak Mencuci Sayur dengan Benar

- Manfaat & Kandungan Daun Selada Yang Jarang Diketahui!

3. A. Adelia 

Adelia jenis ini memiliki ujung daun yang panjang dan ramping. Jika cara perawatan tanaman Anda tepat, panjang daunnya bisa sampai 30 cm, lho! Daunnya dominan dengan warna hijau tua. Pesona aglonema adelia jenis ini terletak pada bercak acak berwarna merah muda dan kekuningan.

4. A. Bidadari

Di kalangan pecinta aglonema, jenis ini termasuk yang paling banyak diminati, lho. Sesuai dengan namanya, Aglonema Bidadari memiliki corak daun yang indah dan unik dengan kesan menyegarkan. Warna daunnya merupakan kombinasi sempurna antara hijau, kuning dan merah muda. Kecantikan aglonema bidadari juga bisa kamu lihat dari motif bercak daun yang rapi di bagian tepinya.

5. A. Cinta

Bentuk lekuk daun aglonema cinta pada kedua pangkalnya seolah membentuk hati. Karena bentuk daunnya, aglonema jenis ini disebut dengan aglonema cinta. Selain bentuknya yang unik, sesuai dengan namanya, pola aglonema jenis ini juga sangat indah. Sering ditempatkan di dalam ruangan sebagai dekorasi interior, trik agar aglonema cinta bisa tumbuh dengan baik adalah dengan menyiramnya secara rutin setiap hari, pagi atau sore hari.

6.  A. Claudia

Daya tarik claudia aglonema terletak pada warna daunnya yang hijau pucat. Selain itu, pola pada tulang daunnya berwarna merah muda segar. Perpaduan keduanya menjadikan aglonema ini sangat unik sehingga banyak diminati. Asal claudia aglonema dari Thailand. Karena daya tariknya yang unik, harga benih lebih mahal dari jenis lainnya.

7.  A.  Red Kochin

Warna dan corak daunnya didominasi warna merah. Berbeda dengan jenis ruby ​​aglonema merah, rona daun hijau kochin merah tidak berupa bercak, melainkan polos. Bakalan cantik banget nih, kalo kamu letakkan kochin merah bersanding dengan tanaman indoor hijau, karena aglonema jenis ini memiliki warna merah yang bisa mempermanis taman indoor kamu.

Manakah dari jenis aglonema di atas yang paling kamu sukai? Semuanya baik-baik saja, jadilah tanaman hias favoritmu. Dengan corak yang unik terutama dalam perawatannya yang sangat mudah, Aglonema harus melengkapi sudut-sudut ruangan untuk mempercantik rumah agar betah.

Yup, sampai juga kita di ujung pembahasan untuk artikel ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca, Sekian dan Terima kasih.

Senin, 08 Februari 2021

Tips Mudah Menanam Jeruk Lemon Sampai Manfaat yang Jarang orang Ketahui!


Jeruk lemon salah satu buah yang cukup di gemari di indonesi. Buah masam satu ini biasanya sangat populer untuk dijadikan olahan minuman karna cita rasa yang menyegarkan dan kandungan kaya akan nutrisi. Berikut adalah cara menanam jeruk lemon sampai manfaat yang terkandung dalam jeruk lemon.

Cara Menanam Jeruk Lemon:

1. Mempersiapkan Bibit Jeruk Lemon

Untuk menanam jeruk lemon tentunya membutuhkan bibit yang berkualitas, Berikut merupakan cara-cara mendapat bibit lemon yang berkualits:

- Dengan biji: Bibit lemon dapat diperoleh dengan cara membeli pada toko pertanian terdekat dan jangn lupa untuk menanyakan kualitas bibit yang akan anda beli. Bibit lemon juga dapat diperoleh dari buah lemon yang anda miliki dengan ciri buah yang besar dan berisi.
- Dengan cara stek/cangkok: Cara satu ini adalah cara yang paling umum di gunakan karena membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan cara generatif. Selain keunggulan waktu yang singkat cara ini juga ampuh dalam melihat kualitas bibit yang akan ditanam karena sudah memiliki sifat unggul dari induknya.

2. Proses Stek Jeruk Lemon

Berikut cara menanam jeruk lemon dengan cara stek/cangkok (Vegetatif)

- Batang jeruk lemon yang diambil adalah batang yang memiliki 3 pasang daun jeruk dan dipotong sekitar 20cm, Daun pada batang dipotong pada bagian yang paling bawah dan bagian atas disisakan sekitar ¼ dari daun yang tersisa.
- Siapkan air dengan campuran cairan penumbuh akar, Dan celupkan ujung batang jeruk lemon ke cairan tersebut. Setelah itu, Batang jeruk lemon dapat ditanam dalam pot yang berisi tanah dengan posisi tegak.
- Penyiraman dilakukan dua kali sehari sampai akar muncul (sekitar 21 hari). Setelah akar muncul, bibit jeruk lemon siap dipindahkan ke pot atau lahan yang lebih besar.

3. Menyiapkan Media tanam

Jeruk lemon dapat di tanam dimedia pot maupun lahan yang lebih besar. Jika anda menggunakan lahan pertanian sebagai media tanam, Perlu di perhatikan lahan dalam keadaan bersih dari rumput liar maupun gulma dan lahan yang mempunyai tanah gembur dan tidak tergenang air saat hujan. Sistem Lahan dengan drainase yang baik dapat membuat jeruk lemon tumbuh dengan baik. Setelah lahan siap buatlah lubang tanam dengan ditaburi pupuk/kompos terlebuh dahulu agar unsur hara yang terkandung dalam tanah semakin banyak.

Menanam jeruk lemon dengan media pot juga dapat difungsikan sebagai hiasan dirumah. Pot yang digunakan adalah pot yang memiliki lubang pada bagian bawah sebagai simtem drainese agar akar jeruk lemon tidak membusuk dan tanah tidak terlalu basah.


4. Menanam Jeruk Lemon

Bibit jeruk lemon yang siap ditanam pada media yang lebih besar adalan bibit yang berusia sekitar 4-5 bulan. Cara Menanam Jeruk Lemon sangat mudah, Pindahkan bibit jeruk lemon dari polybag dengan hati-hati agar akar bibit tidak terputus lalu tanam bibit ke lahan yang telah disediakan sebelumnya dan tutup lubang dengan tanah.

5. Merawat Tanaman Jeruk Lemon


- Perawatan jeruk lemon dilakukan dengan menyiram jeruk lemon sebanyak 2 kali sehari secara rutin. Karena pada usian 1-2 bulan pasca masa tanam adalah fase kritis pertumbuhan jeruk lemon.
- Penyiangan juga diperlukan tanaman jeruk lemon dengan membersihkan tumbuhan liar dan gulma yang terdapat disekitar pot/lahan pertanian yang dapat mengganggu pertumbuhan jeruk lemon.
- Pemupukan juga diperlukan tanaman jeruk lemon dilakukan sebanyak 3 kali ketika tanaman berusia 1 bulan, 6 bulan dan 1 tahun. Pupuk yang digunakan adalah NPK dengan dosisi 5-10 gram untuk tanaman berusia 1 bulan dan 15–20 gram untuk tanaman yang berusia 6-12 bulan.

6. Memanen Jeruk Lemon

Memanen jeruk lemon dapat dilakukan saat buah jeruk lemon memiliki warna buah kuning cerah. Proses pembibitan juga mempengaruhi masa panen jeruk lemon. Bibit yang diperoleh secara vegetative bisa dipanen ketika berumur 2–3 tahun, sedangkan untuk bibit yang diperoleh secara generatif baru bisa dipanen ketika berusia 5–6 tahun. Menanam jeruk lemon membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 2-6 tahun tergantung pada proses pembibitan jeruk lemon.

7. Manfaat Dan kandungan Jeruk Lemon 


Jeruk lemon mengandung banyak nutrisi yang sangat baik untuk tubuh seperti kesehatan dan kecantikan. Kandungan jeruk lemon antara lain vitamin C, asam sitrat, asam folat, vitamin B5, B3, B1, B2, dan vitamin E. Selain itu, Jeruk lemon juga diketahui kaya akan mineral penting seperti kalsium, kalium, magnesium, potasium, fosfor, folat, zat besi, niasin, dan senyawa penting lainnya. Berikut beberapa manfaat jeruk lemon:

- Memperlancar pencernaan: Meminum air lemon hangat setiap hari dapat membantu membersihkan liver.
- Meningkatkan kekebalan tubuh: Kandungan vitamin C yang terdapat dalam buah lemon dapat membantu mencegah infeksi penyakit dan memberikan antibodi dalam tubuh.
- Mengatasi berbagai penyakit : Lemon juga dapat digunakan untuk obat sakit tenggorokan dengan mencampurkan perasan buah lemon, madu, dan air hangat. Kandungan vitamin C dalam buah lemon juga dapat membantu menurunkan kolestrol dan mencegah penyakit jantung.
- Menurunkan berat badan : Dalam buah lemon juga mengandung asam sitrat yang tinggi yang dapat membantu menurunkan berat badan dan menghindarkan tubuh pada obesitas.
- Merawat kulit : Selain dikonsumi dengan cara diminum, Buah lemon juga digunakan sebagai masker untuk menghilangkan kulit belang, menghilangkan keriput, mencerahkan kulit, hingga mengurangi bekas jerawat.

Semoga Informasi diatas dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk share artikel ini agar semua mendapat informasi mengenai cara menanam buah lemon sampai kandungan dan manfaat buah lemon.

Jumat, 05 Februari 2021

Cara Mudah Budidaya Jahe di Rumah dengan Media Tanaman Polybag

Cara Lengap Budidaya Jahe 

Selamat pagi! Semoga para pembaca selalu diberikan kesehatan. Oke, hari ini kita akan membahas artikel soal  Cara Mudah Budidaya Jahe di Rumah dengan Media Tanaman Polybag. Tak usah lama-lama mari simak artikel berikut.

Cara menanam jahe di rumah tidaklah sulit untuk dipraktikkan. Selain menyiapkan jahe dan media tanam yang diperlukan, Anda hanya perlu menyiramnya secara rutin. Tentunya dengan memperhatikan setiap perkembangan tanaman. Apalagi jahe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Jahe seringkali dipakai sebagai rempah-rempah pada bahan makanan orang Indonesia. Disamping itu, jahe bisa juga jadi minuman. Bahkan juga, jahe mempunyai bermacam faedah yang paling bagus untuk kesehatan. Terlebih saat wabah corona covid-19, Anda perlu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak tertular.

Cara menanam jahe di rumah yang benar-benar mudah dipraktikkan. Kamu tidak perlu menyiapkan berbagai bahan-bahan yang didapatkan. Dengan adanya tanaman jahe di rumah, Anda tidak perlu lagi repot-repot untuk membelinya di pasar.

Berikut kami rangkum dari berbagai sumber, tentang cara menanam jahe di rumah:

Pilih Jenis Jahe yang diinginkan

Cara pertama yang benar untuk merendam jahe adalah dengan memilih jenis jahe yang berkualitas. Pastikan memilih bibit jahe yang berkualitas. Ciri-cirinya adalah memiliki ukuran rimpang yang besar, masih segar dan tidak keriput, utuh dan tidak terdapat jejak hama dan parasit, serta warna rimpang masih cerah.

BACA JUGA:

Tips & Trick Mudah Menanam Sawi di Polybag, Mau Tau?

Ingin Budidaya Semangka Hasilnya Melimpah? Begini Caranya!

Jangan Abaikan! Ini 5 Bisnis Pertanian yang Cocok Untuk Anak Milenial

Saat ini ada beberapa jenis jahe yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan pengobatan tradisional yaitu: Jahe putih besar dengan umbi berwarna putih kekuningan dan berukuran 8-8,5 cm. Jahe putih kecil dengan umbi putih kekuningan, lapis, dan berukuran 3-4 cm, dan jahe merah dengan umbi merah atau oranye muda, berlapis, berbau menyengat, dan berukuran 4-4,5 cm.

Tahap Menumbukan Tunas

Cara menanam jahe di rumah selanjutnya adalah dengan menumbuhkan tunasnya. Jika bibit jahe sudah dipilih, letakkan di ruangan yang sejuk atau di atas tanah. Taruh di lokasi yang kering dan tidak terserang cahaya matahari langsung. Siram sama air dan diamkan sesaat sampai jahe terlihat seperti bertunas.

Periksa benih busuk secara teratur. Benih busuk harus segera dipisahkan agar tidak menyebar ke benih lain. Benih yang sudah bertunas siap ditanam. Jahe dapat dipindahkan ke media tanam setelah tunas berukuran 1-2 cm.

Mempersiapakan Media Tanaman

Setelah memilih jenis jahe yang ingin Anda tanam, cara menanam jahe selanjutnya adalah dengan menyiapkan media tanam. Selain menanam di tanah terbuka, Anda juga bisa menggunakan pot atau polybag.

Siapkan tanah yang telah dikendurkan atau dibajak, kemudian diberi pupuk kandang. Anda bisa menanamnya dalam pot berukuran 30 cm x 35 cm. Pot ini cukup untuk menanam 3-4 buah jahe.

Jika menggunakan polybag maka perbandingan tanah dengan pupuk kandang adalah 1: 1.

Tanah yang telah diberi pupuk kandang kemudian didiamkan selama satu minggu agar terjadi proses fermentasi secara alami. Itu agar tanah lebih mudah ditanami jahe.

Cara Baik Menanam Jahe

Cara menanam jahe selanjutnya adalah dengan memasukkan bibit yang sudah berkecambah ke dalam media tanam. Jangan lupa tinggalkan tanah dan pupuk kandang selama seminggu. Masukkan bibit jahe ke dalam setiap lubang tanam atau polybag, lalu tutup dengan tanah.

Tanam setiap potongan jahe sedalam 5 sampai 10 cm di tanah gembur, kuncup. Jika ditanam dalam barisan, beri jarak masing-masing potongan 20 sentimeter. Jika menggunakan pot, tanam setiap potongan dalam satu pot besar (diameter sekitar 35 cm).

Jangan menutupi bibit terlalu rapat di bagian pucuk agar bisa tumbuh dengan bebas. Tunas akan tumbuh dalam waktu sekitar 2 minggu. Kemudian taburkan anti jamur (furadan) untuk mencegah tumbuhnya jamur pada tanaman.

Juga sirami dengan air, lalu pantau pertumbuhannya. Jika pucuk tidak tumbuh ke permukaan tanah, dapat terjadi pembusukan dan bibit harus diganti. Direkomendasikan agar jahe ditanam setelah musim hujan dan memasuki musim kemarau. Sebab biji jahe merah mudah busuk jika curah hujan tinggi.

Perawatan Tanaman Jahe

Cara menanam jahe yang benar di rumah adalah dengan merawatnya hingga panen. Agar jahe tumbuh dengan baik, jauhkan pot dari sinar matahari langsung dan letakkan pada suhu 24-30 derajat Celcius. Jahe mungkin tidak tumbuh di lingkungan dingin atau tumbuh lambat.

Siram jahe setiap hari dengan air secukupnya. Airnya jangan sampai menggenang agar jahe tidak membusuk. Oleh karena itu, pastikan pot yang Anda gunakan memiliki sistem drainase yang baik.

Anda bisa memanen jahe setelah setidaknya 8 bulan setelah tanam atau sekitar 10-12 bulan. Namun, ada juga jahe yang dipanen saat baru berumur 4 bulan untuk diolah menjadi minuman atau acar. Namun, saat memanen jahe muda harus berhati-hati karena kulitnya tipis dan mudah memar.

Nah, berakhir sudah pembahasan materi untuk artikel kali ini. Jangan lupa share agar semua mendapat informasi yang bermanfaat ini ya. See you later!

Rabu, 03 Februari 2021

Ingin Budidaya Semangka Hasilnya Melimpah? Begini Caranya!


Cara Menanam Semangka

Buah semangka masuk dalam keluarga buah labu-labuhan (Cucurbitaceae) berasal dari jenis tanaman merambat yang banyak ditemui dan tumbuh di daerah yang beriklim kering tropis dan subtropis Afrika. Pada perkembangannya, buah semangka lalu mulai merambah ke daerah lain seperti Afrika Selatan, Cina, Jepang, dan Indonesia. Pada daerah asalnya sangat disukai oleh manusia maupun binatang yang ada di benua tersebut. Permintaan buah semangka di pasaran terutama di negara-negara tropis juga sangat tinggi karena buah semangka banyak mengandung air, sehingga cocok dengan iklim yang terdapat di negara-negara tersebut.

1. Mempersiapkan Lahan Tanam
  
Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam mempersiapkan lahan tanam, yakni pH tanah, jenis              tanah, serta ketinggian dan suhu daerah. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

- Jenis Tanah dan pH Tanah
 
Jenis tanah yang cocok untuk menanam semangka adalah tanah yang gembur dan memiliki unsur hara  yang tinggi dan tanah porous (sarang) tanah ini bisa membuang air berlebih dengan mudah.
Untuk tingkat  keasaman tanah berkisar 6-6,7 pH.

- Ketinggian Lahan Tanam
 
Semangka dapat tumbuh pada dataran tinngi maupun dataran rendah pada kisaran antara 0 - 1000  meter. Perlu diperhatikan untuk menanam buah ini di antara daerah dengan ketinggian tersebut agar semangka tumbuh dengan baik.

- Iklim atau Suhu Daerah
 
Semangka membutuhkan suhu kurang lebih 25 derajat celcius dengan curah hujan antara 40-55 mm  perbulan. Semangka juga dapat tumbuh denga kondisi udara yang lembab

2. Memilih bibit Berkualitas

Bibit terbaik untuk penanaman adalah bibit semangka yang berjenis hibrida impor bibit ini terbagi menjadi  dua jenis yaitu tripoid dan  haploid. Jenis tripoid memiliki ciri cangkang biji yang cukup  keras  sehingga perlu  direnggangkan terlebih dahulu. Sedangkan jenis haploid cangkang  biji nya tidak  sekeras  jenis tripoid dan mudah untuk di budidayakan.

Langkah berikutnya adalah mempersiapkan bibit atau benih semangka.
Jika bibit sudah terpilih langkah selanjutnya adalah merendam bibit semangka, Setelah direggangkan  campurkan bakterisida dan fungisida dengan sedikit campuran air hangat dan rendam kurang lebih selama 30  menit, Kemudian angkat dan tiriskan hingga bibit kering setelah itu bibit siap di tanam.

3. Menyemai Bibit Semangka
 
 Proses penyemaian sangat penting karena dapat membantu buah semangka tumbuh secara maksimal.
 Selain itu, proses pengawasan dapat dilakukan dengan lebih mudah karena bibit ditanam secara baik
 Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti:
 
 - Siapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang atau kompos sesuai keinginan.
 - Bersihkan tanah dari sampah dan gulma pengganggu yang bisa menurunkan kualitas tanah.
 - Siapkan lahan untuk memudahkan proses pengawasan keadaan benih.
 - Siram tanah dengan air bersih secukupnya agar tanah tidak terlalu kering.
 - Setelah semua proses dilakukan tinggal menunggu bibit tumbuh

Baca Juga:
4. Mengelola Lahan Tanam

Hal ini bertujuan untuk membuat proses perawatan bibit lebih mudah karena tanaman ditanam dengan  beraturan. Berikut adalah cara pengolahan lahan tanam semangka:

Gemburkan terlebih dahulu tanah lalu tambahkan pupuk saat proses penggemburan agar tercampur dengan  rata. Sesuaikan lebar dan panjang buah semangka, Lalu buat parit agar aliran air lancar. Lalu buat lubang  untuk menanam semangka di tempat penyemaian.

5. Menanam Bibit Semangka

Proses menanam bibit semangka adalah pemindahan tanaman semangkai dari tempat penyemaian ke lahan tanam   yang sudah dipersiapkan. Semangka dapat dipindahkan ke lahan tanam ketika usianya sudah berumur 5 minggu. Lalu Pindahkan Tanaman semangka ke lubang tanam yang sudah di persiapkan.

Dalam proses ini kamu harus berhati-hati karena akar bisa patah ketika kamu mengambil tanaman semangka   dari tempat penyemaian. Setelah pemindahan berhasil tutup lubang dengan tanah secukupnya

6. Merawat Semangka

Berikut adalah cara merawat semangka yang harus diperhatikan:

Penyiangan  : Memotong ranting tanaman semangka hal ini harus dilakukan karena semangka hanya menghasilkan  2 buah dalam 1 tanaman.
Pembubunan: Proses ini dilakukan agar semangka bisa menyerap asupan makanan secara maksimal.
Perempalan  : Proses Pembuang tunas muda yang sudah tidak berguna bagi tanaman semangka.
Pemupukan  : Memberi pupuk tambahan agar tanaman semangka mendapatkan asupan nutrisi yang lebih maksimal.

7. Memanen Semangka

Langkah terakhir adalah buah semangka harus berumur cukup agar dagingnya tidak berwarna pucat dan  rasanya tidah hambar. Masa panen buah semangka juga di pengaruhi ketinggian suatu daerah.

Manfaat Semangka
 

1. Menyehatkan Jantung

Semangka adalah salah satu buah yang kaya akan likopen, Jenis antioksidan ini baik untuk mencegah    kerusakan tubuh dan sel akibat radikal bebas. Sebuah penelitian membuktikan bahwa likopen sangat baik  untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus tulang.

2. Mengatasi Dehidrasi dan Kaya Akan Serat
 
Semangka adalah salah satu buah yang memiliki kandungan air sangat tinggi dan membuat semangka sangat  disukai negara yang memiliki musim panas. Selain membantu untuk terhindar dari dehidrasi, Semangka juga  kaya akan serat yang sangat baik untuk tubuh.

3. Kaya Akan Vitamin dan Nutrisi Penting

Buah yang satu ini juga mengandung beberapa vitamin dan mineral. Dalam buah semangka seberat 152 gram saja, kebutuhan vitamin C harian sebanyak 20,4 %, vitamin A 17,2 %, potasium 7,8 % dan magnesium 3,8 % saja sudah bisa dipenuhi.