Kamis, 24 Juni 2021

Tips & Trik Menanam Sayur Seledri Dengan Media Pot yang Benar


Cara menanam seledri memang tergolong menanam jenis sayuran yang mudah, apalagi menanam di pekarangan rumah. Seledri menjadi salah satu tanaman andalan yang memudahkan untuk mendapatkan salah satu jenis sayuran.

Banyak sekali manfaat seledri merupakan salah satu jenis sayuran daun yang sering dipergunakan sebagai bumbu. Selain itu, seledri juga bermanfaat sebagai obat herbal.Semua bagian tanaman seledri baik daun, batang, maupun bonggolnya dapat dimanfaatkan. Ibu rumah tangga pasti sudah familiar dengan Seledri.

Keunggulan Seledri

Seledri ialah salah satu sayuran yang wajib hadir sebagai pelengkap makanan seperti soto, bakso, dan sup. Sebelum dipergunakan sebagai taburan, seledri dipotong kecil untuk kemudian disajikan pada hidangan tadi. Seledri juga dapat dipergunakan sebagai tanaman obat herbal yang terbukti dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Seledri dianggap sebagai sayuran anti-hipertensi. Selain itu manfaat lainnya ialah sebagai diuretika (peluruh), anti rematik, dan dipercaya dapat menambah nafsu makan. Bagian umbi dari seledri memiliki khasiat dapat digunakan sebagai pembangkit gairah seksual (afrodisiaka).

Baca Juga : 

Tanaman seledri sangat mudah dikenali dari bentuknya dan juga memiliki aroma yang khas. Tanaman ini dikenal dengan butilflatida dengan kandungan paling tinggi terletak pada buahnya. Seledri sangat mudah di temukan di pasaran dan harganya pun relatif tidak terlalu mahal. Komoditas ini sudah memiliki pangsa di pasaran sehingga tidak akan kesulitan untuk memasarkannya. 

Keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak bercocok tanam. Kini dulur dapat memaksimalkan lahan yang sempit yang ada di sekitar rumah sebagai media tanam aneka ragam tumbuhan.

Penggunaan pot menjadi salah satu alternative yang paling sering dipilih karena selain efisien juga mampu menampung berbagai jenis tumbuhan tanpa memerlukan lahan yang luas. Seledri menjadi salah satu tanaman yang sering di tanam dalam pot atau polybag.

Seledri relatif mudah di tanam, jadi ketimbang dulur membelinya di pasar mengapa tidak mencoba untuk menanam sendiri di rumah.

Berikut ini cara menanam seledri di dalam pot secara mudah dan simple:

1. Syarat Tumbuh Seledri Dalam Pot

Kondisi lingkungan yang menunjang pertumbuhan seledri biasanya pada dataran tinggi yang berada pada 1000 sampai 1200 mdpl bisa juga ditanam pada dataran rendah Iklim dan curah hujan yang dibutuhkan memang tidak tinggi, maka dari itu untuk menanam dalam pot cukup memindahkan saja ketempat yang sesuai.

Jenis tanah yang dibutuhkan tanaman selederi pada dasarnya memiliki karakteristik yang gembur dan memiliki unsur hara atau organik yang cukup pH tanah yang dibutuhkan juga antara rentang 5,5 sampai 6,5. Dulur juga bisa menetralkan tanah dengan kombinasi pengapuran atau dolomit ya.

2. Cara Pembibitan Tanaman Seledri

Langkah selanjutnya pada cara menanam seledri di pot adalah dengan menyiapkan bibit tanaman. Tidak perlu bingung, dulur bisa mendapatkannya dengan mudah. Cukup kunjungi penjual sayuran terdekat, kemudian beli satu ikat seledri cabut yang masih terdapat akarnya dan yang masih segar.

Berikut tahapan yang sesuai dalam cara pembibitan seledri::

  • Biasanya satu bonggol tanaman seledri akan terdiri dari banyak tunas anakan.
  • Pisahkan anakan seledri, agar dulur dapat memperoleh tanaman indukan yang berjumlah banyak.
  • Bersihkan bagian bonggol tanaman yang kotor.
  • Potong batang tanaman yang sudah tua. Jangan di buang, dulur bisa menggunakannya sebagai sayuran atau lalapan.
  • Sisakan bagian tunas muda dan lakukan dengan hati hati, jangan merusak akar.
  • Setelah itu isikan air kedalam gelas air mineral.
  • Tusuk bagi bonggol dengan tusuk gigi pada empat penjuru bagian.
  • Masukkan bibit tadi ke dalam gelas air mineral, maka akar dan sebagian bonggol akan terendam. Sementara itu, tunasnya akan berada di permukaan gelas.
  • Tambahkan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dengan air, tujuannya merendam akar agar mendapatkan nutrisi untuk mempercepat pertumbuhan tunas. Dosis untuk perendaman 100 ml POC GDM : 1 liter air membutuhkan waktu rendam selama 15 menit. 
  • Jika tunas muda sudah tumbuh sebanyak 2 sampai 3 buah, maka dulur dapat memindahkannya ke media tanam di dalam pot.

3. Menyiapkan Media Menanam Seledri

Seledri menghendaki media yang subur, gembur dan porous. Menyiapkan media tanam yang tepat akan menghasilkan pertumbuhan yang bagus. Maka beberapa bahan penunjang untuk proses penyiapan media tanam antara lain sebagai berikut,

  • Media tanah
  • Kompos
  • Pupuk kandang
  • Pot plastic ukuran diameter 25 sampai 35 cm
  • Pupuk Granule Bio Organik GDM SAME dan GDM Black Bos
  • Centong tanah

Setelah alat dan bahan siap, maka langkah selanjutnya dulur bisa melakukan pencampuran media tanah.

4. Komposisi Media Menanam Seledri

Pencampuran media tanah dengan beberapa bahan yang sudah disiapkan tentu harus melalui proses komposisi yang pas atau sesuai. Tujuannya agar dosis yang dibutuhkan sesuai takaran dan menunjang pertumbuhan bibit tanaman seledri dengan optimal.

Berikut tahapan komposisi media tanam seledri yang bisa dulur praktekan:

  • Masukkan dan campur media tanah, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
  • Kemudian dulur bisa mengayak semua media, dan ambil bagian halusnya saja.
  • Setelah itu campur media hingga rata serta tambahkan Bio Organik GDM SAME sebanyak 3 sendok per pot dan larutkan GDM Black BOS dengan perbandingan 1 : 100 liter, kemudian ambil 250 ml/pot kocor di tanah pastikan keadaan tanah lembab atau basah.
  • Selanjutnya media tanam yang sudah dicampur, masukkan media kedalam pot tanam.
  • Lubangi bagian bawah pot supaya air siraman tidak menggenang di media.
  • Setelah itu masukkan media tanam ke dalam pot, kemudian isi hingga permukaan pot penuh dan padat.
  • Terakhir, diamkan media tanam selama satu minggu, baru kemudian seledri dapat di tanam

Tujuan penggunaan Granule Bio Organik GDM SAME yaitu adanya bakteri premium Pseudomonas alcaligenes yang dapat meningkatkan penyerapan unsure hara makro dan menunjang perkembangan akar tanaman. Sedangkan kombinasi yang pas yaitu GDM Black Bos yang dapat menstimulan bakteri apatogen, meningkatkan kualitas tanah, mencegah penyakit tular tanah.

5. Cara Menanam Tanaman Seledri

Langkah selanjutnya dalam cara menanam seledri adalah melakukan penanaman. Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi hari, dengan cara sebagai berikut :

  • Buat lubang tanam pada media di pot yang sudah dulur siap.
  • Sesuaikan kedalaman lubang tanam dengan tinggi tanaman dan panjang akar ya lur
  • Kemudian lakukan penanaman dengan cara memasukkan bibit ke dalam lubang tanam.
  • Tanaman seledri harus tegak dan kokoh agar tidak gampang roboh, apalagi saat masa awal pindah tanam.
  • Usahakan permukaan bonggol tidak tertutup media semua.
  • Lakukan penyiraman hingga air keluar dari lubang bagian bawah pot tanaman.
  • Dulur harus meletakkan pot di tempat yang teduh pada awal masa tanam.

Setelahnya Anda dapat mengeluarkannya ke tempat yang terkena cahaya matahari penuh.

6. Proses Perawatan Tanaman Seledri

Perawatan dan pemeliharaan pada tanaman seledri dalam pot relatif tidak terlalu sulit. Beberapa langkah yang tepat untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman seledri sebagai berikut, Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jika media masih basah dan lembab maka sebaiknya tidak perlu disiram.

Sedangkan untuk pemupukan, sebenarnya tidak perlu diberi pupuk kimia. Cukup dengan pemberian Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dosis 500 ml/tanki air siram di tanah lakukan seminggu sekali untuk hasil maksimal dan terhindar dari serangan jamur penyebab busuk akar aplikasikan juga Granule Bio Organik GDM SAME sebanyak 3 sendok per pot serta larutkan GDM Black BOS dengan perbandingan 1:100 liter kemudian ambil 250 ml/pot pastikan keadaan tanah lembab atau basah lakukan sebulan sekali.

Penanganan terhadap gejala serangan hama atau penyakit, sebaiknya tanaman yang terkena segera di buang agar tidak menulari yang lain. Sebaiknya hindari penyemprotan menggunakan pestisida kimia, karena residunya akan sangat berbahaya jika tertelan saat di konsumsi.

7. Tahapan Pemanenan Seledri

Tanaman seledri yang telah memasuki usia siap panen, tentu ada beberapa ciri-ciri yang perlu dulur kenali berikut dengan tahapan penanamannya:

  • Tanaman seledri sudah dapat di panen pada umur 60 – 70 hari setelah tanam.
  • Panen dapat dilakukan jika tinggi tanaman telah mencapai 20 – 30 cm.
  • Panen dilakukan saat pagi hari pada pukul 7 – 9 pagi atau sore hari pada pukul 4 – 6 sore.
  • Jika hanya untuk di konsumsi sendiri, maka sebaiknya panen dilakukan dengan memotong bagian batangnya saja dan sisakan bagian bonggolnya.
  • Dengan pemotongan ini akan merangsang pembentukan tunas baru, sehingga Anda tidak perlu lagi melakukam penanaman ulang.
  • Sedangkan jika untuk di jual ke pasar maka panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman dari pot.
  • Kemudian bersihkan bagian akarnya, buang daun yang rusak dan jelek setelahnya dapat langsung di jual ke pasaran.

Permintaan pasar yang selalu ada, harga yang relatif ekonomis, dan kemudahan dalam perawatan pasti akan membuat dulur untung berlipat lipat ketika membudidayakan seledri.

Simak! 8 Tips Menyalamatkan Tanaman Hias yang Hampir Mati


 Tanaman hias lebih tangguh daripada yang kita kira, dan tidak perlu panik ketika melihat daun kuning ataupun dedaunan yang terkulai pertama kali. Tetapi jika masalah terus berlanjut atau semakin parah, mungkin inilah saatnya untuk bergerak.

Rencana penyelamatan Anda akan sangat bergantung pada seperti apa tanaman Anda. Berikut ialah petunjuk visual yang dicari oleh penjual bunga lama dan Plant Mom yang ditunjuk di Bloomscape, Joyce Mast, sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Protokol yang didukung ahli ketika mencurigai Anda memiliki tanaman hias yang sekarat

1. Daun menguning

Daun tanaman sangat umum menguning. Jika beberapa daun menguning sekaligus di bagian bawah dedaunan tanaman Anda, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Daun tua itu sekarat untuk memberi jalan bagi pertumbuhan baru.

Jika Anda melihat banyak daun menguning sekaligus, dan menguning terjadi di seluruh tanaman Anda, Mast mengatakan itu bisa menjadi masalah penyiraman. "Periksa untuk memastikan tanaman tidak mendapatkan terlalu banyak air," katanya seperti dilansir dari laman Mind Body Green. Jika Anda terlalu banyak air, Anda pasti ingin mengganti pot tanaman Anda di tanah baru dan menempelkannya di jendela yang cerah. Dalam seminggu, itu akan mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Perhatikan, bagaimanapun, bahwa daun kuning tidak akan berubah menjadi hijau secara ajaib lagi. Anda harus memotongnya dengan gunting tajam.

Baca Juga : 

2. Daun cokelat

"Jika tepi daun tanaman Anda berubah menjadi cokelat, biasanya itu adalah kurangnya kelembaban atau kualitas air," kata Mast. Jika bagian tengah daun berubah kecokelatan dan lembek, mungkin air Anda berlebihan.

Daun yang berwarna cokelat di bagian tengah mungkin menandakan bahwa Anda perlu mengganti pot tanaman Anda di tanah baru. Untuk tanaman dengan tepi berwarna cokelat pada daunnya, penyiraman menyeluruh  lebih teratur dapat membantu. Ambil botol semprot dan semprotkan daun tanaman Anda setiap hari untuk meningkatkan kelembapan di sekitarnya untuk sementara. (Catatan: Tanaman dengan daun berbulu seperti sukulen dan kaktus tidak boleh disiram.)

Sekali lagi, daun coklat tidak akan berubah menjadi hijau secara ajaib lagi, tetapi Anda akan melihat lebih sedikit pembentukannya dalam satu atau dua minggu. Jika tidak, lanjutkan ke rencana B. "Alasan lain yang sering terjadi adalah karena mineral seperti fluorida, garam, dan klorin ditemukan dalam air keran," kata Mast. "Saya sarankan untuk mengisi teko dengan air dan membiarkannya tidak tertutup semalaman sehingga mineralnya dapat menguap atau hanya menggunakan air suling / air hujan sebagai pengganti air keran."

3. Daunnya kering

Jika Anda melihat bahwa tanaman Anda layu dan memiliki beberapa tepi daun berwarna coklat yang renyah, mungkin itu hanya membutuhkan air. Periksa apakah tanahnya kering dengan menempelkan jari Anda sekitar 2 hingga 3 inci ke dalam tanah. Jika tulang kering, inilah saatnya merendamnya secara menyeluruh.

Mast merekomendasikan untuk mengisi wastafel dengan air hangat sekitar 2 hingga 4 inci, tergantung pada ukuran pot. Dari sana, "keluarkan tanaman dari piringnya dan letakkan di bak cuci dan biarkan tanaman menyerap air dari dasar. Akar tanaman biasanya berada di bagian bawah pot, jadi ini adalah cara terbaik untuk memastikannya. air mencapai akar dengan cepat, "katanya.

Biarkan tanaman Anda menyerap air selama 30 hingga 60 menit, dan tanaman akan pulih dengan baik. "Pada saat ini, juga merupakan ide yang baik untuk mengambil penyemprot dan memberi sedikit daun mandi. Ini akan membantu melembabkan tanaman dengan cepat dan menghilangkan debu dari dedaunan."

4. Daun kusam, pucat

Tanaman juga bisa terkena sengatan matahari. Jika milik Anda menerima terlalu banyak cahaya untuk diproses, dedaunannya mungkin mulai terlihat kusam atau bahkan memutih. "Tepi dan bintik coklat muda juga bisa menjadi indikasi terlalu banyak sinar matahari," tambah Mast.

Pindahkan tanaman Anda lebih jauh dari jendela, atau redupkan cahaya tumbuh Anda untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan tanaman Anda di bawah sinar matahari langsung setiap hari. Atau, jika Anda menyukai lokasinya, Anda dapat mencoba meletakkan tirai tipis di atas jendela Anda untuk melembutkan sebagian sinar matahari tengah hari.

5. Batang panjang dan kurus

“Banyak kali cahaya yang tidak cukup akan menyebabkan dedaunan tanaman terlihat panjang dan kurus, [seperti] membentang ke arah cahaya,” jelas Mast. Pindahkan tanaman Anda lebih dekat ke jendela, atau cerahkan cahaya tumbuh Anda untuk meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskannya di bawah sinar matahari langsung setiap hari. Jendela yang menghadap ke selatan cenderung mendapatkan cahaya paling banyak. Membiasakan diri untuk sedikit merotasi tanaman setiap kali Anda menyiraminya juga dapat membantu mencegahnya menjadi terlalu berkaki panjang atau miring.

6. Daun berbintik

Jika Anda melihat bintik-bintik kecil berwarna cokelat dengan tepi kuning telah mengambil alih tanaman Anda, Anda mungkin berurusan dengan penyakit bercak daun — infeksi jamur atau bakteri yang dapat menyebabkan kerontokan daun, terutama pada tanaman yang lebih muda.

“Untuk memperbaikinya, segera cabut daun yang terkena dan isolasi tanaman dari tanaman Anda yang lain untuk sementara waktu,” saran Mast. Dari sana, katanya Anda bisa membuat obat buatan sendiri dari 1 hingga 2 sendok makan soda kue dan 1 hingga 2 sendok teh minyak mineral (seperti minyak neem) dalam botol semprot berisi air. Kocok dengan baik lalu semprotkan seluruh area tanaman yang terinfeksi bercak coklat. Mungkin perlu beberapa kali aplikasi sebelum bakteri benar-benar hilang.

7. Daun berlubang

Jika Anda melihat lubang kecil, anyaman, atau zat lengket di daun tanaman Anda, itu bisa menjadi tanda serangan hama. Sekali lagi, Anda ingin segera memindahkan tanaman dari tetangganya agar masalah tidak menyebar. Kemudian, seka seluruh daun dengan air dan semprot bagian atas dan bawah dengan semprotan minyak neem. Ulangi proses ini sekali atau dua kali lagi, sisakan dua hingga tiga hari di antara perawatan sebelum memasukkan tanaman kembali ke rumahnya.

8. Tidak ada pertumbuhan

Tergantung di mana Anda tinggal dan jenis tanaman apa yang Anda miliki, Anda mungkin tidak melihat banyak pertumbuhan di musim dingin dan musim gugur. Beberapa varietas tanaman juga cenderung tumbuh lebih lambat daripada yang lain. Dan tidak apa-apa! Tetapi jika Anda khawatir, Mast mengatakan ada cara untuk mengetahui dengan cepat apakah tanaman Anda sekarat atau tidak aktif.

Berikut dua tes yang digunakan Mast untuk mendiagnosis tanaman yang berhenti tumbuh:

Tes jepretan: Pilih cabang atau batang yang seukuran pensil. Pegang cabang dan tekuk dengan tajam ke belakang. Jika hidup, cabang akan mudah bengkok, dan akhirnya, batang akan terbelah menunjukkan kayu lembab di dalamnya. anggota tubuh akan patah dengan bersih dengan sedikit tekanan dan tampak kering di dalam.

Uji gores: Ini adalah metode umum lainnya. Gunakan pisau atau kuku jari untuk menggaruk kulit kayu pada batang muda. Jika terlihat hijau, berarti masih hidup. Jika berwarna coklat, lanjutkan ke bawah untuk melihat apakah warnanya hijau lebih jauh ke bawah tanah. Tanaman mungkin menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat Anda mendekati akarnya.

Jika Anda menemukan batang yang benar-benar mati, potong dan pertimbangkan apakah salah satu masalah air, cahaya, nutrisi, atau infestasi yang disebutkan di atas dapat memengaruhi tanaman hias Anda.

Rabu, 23 Juni 2021

Ingin Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih? Begini Caranya!


 Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu:  

(1) merusak perkembangan telur, larva dan pupa.

(2) menghambat pergantian kulit.

(3) mengganggu komunikasi serangga.

(4) menyebabkan serangga menolak makan.

(5) menghambat reproduksi serangga betina.

(6) mengurangi nafsu makan.

(7) memblokir kemampuan makan serangga.

(8) mengusir serangga.

(9) menghambat perkembangan patogen penyakit.

Pestisida nabati memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan.

Keunggulan  pestisida nabati adalah:

(1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani.

(2) relatif aman terhadap lingkungan.

(3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.

(4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama.

(5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain.

(6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

Baca Juga : Yuk Simak! 4 Jenis-Jenis Ikan Lele yang Sering di Budidayakan

Sedangkan, kelemahannya adalah:

(1) daya kerjanya relatif lambat.

(2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung.

(3) tidak tahan terhadap sinar matahari.

(4) kurang praktis.

(5) tidak tahan disimpan.

(6) kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.

Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman.

Baca Juga : Tips & Cara Menanam Tanaman Bayam Dengan Mulsa Plastik

Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya  berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

Ekstrak bawang putih

Bahan dan Alat :

  • 85 gram bawang putih
  • 50 ml minyak sayur
  • 10 ml deterjen/sabun
  • 950 ml air
  • Alat penyaring
  • Botol

Cara Pembuatan :

Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.

Cara Penggunaan :

Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari

OPT Sasaran :

Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung

Baca Juga : Tips Hal Paling Mudah dalam Budidaya Tomat Berbuah Lebat

Ekstrak bawang putih

Bahan dan Alat :

  • 2 siung bawang putih
  • Deterjen/sabun
  • 4 cangkir air
  • Alat penumbuk/blender
  • Alat penyaring
  • Botol

Cara Pembuatan :

Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Saring. Masukkan dalam botol

Cara Penggunaan :

Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari

OPT Sasaran :

  • Cendawan

Ekstrak minyak bawang putih

Bahan dan Alat :

  1. 100 gram bawang putih
  2. 2 sendok makan minyak sayur
  3. 10.5 liter air
  4. 10 ml deterjen/sabun
  5. Deterjen

Cara Pembuatan :

Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. Saring

Cara Penggunaan :

Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari

OPT Sasaran :

  1. Hama kubis, belalang dan kutudaun

Minyak bawang putih

Bahan dan Alat :

  • 50 ml minyak bawang putih
  • 950 ml air
  • 1 ml deterjen/sabun

Cara Pembuatan :

Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Tambahkan air. Aduk

Cara Penggunaan :

Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari

OPT Sasaran :

  • Ulat buah tomat
  • Ulat penggerek umbi kentang
  • Wereng padi
  • Nematoda

Tips Hal Paling Mudah dalam Budidaya Tomat Berbuah Lebat

Tomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun mempunyai struktur buah. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik didataran rendah maupun tinggi mulai dari 0-1500 meter dpl, tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat harus tanah yang sangat subur dan gembur, dengan pH sekitar 5,5-7.

Di alam bebas pohon tomat berbentuk yakni perdu, ketinggiannya dapat mencapai tinggi 3 meter. Namun kemudian dibudidayakan tinggi tanaman ini tak lebih dari 2 meter dan biasanya ditopang oleh ajir ataupun tali untuk menahan supaya tidak roboh.

Tanaman tomat dapat tumbuh baik di berbagai media yakni lahan terbuka, hidroponik, taman vertikultur dan media pot ataupun polybag. Pada kesempatan kali ini kami mau menguraikan tentang cara menanam tomat dalam polybag. Jika ingin mengetahui bercocok tanam tomat skala besar di lahan terbuka baca panduan umum budidaya tomat.

Pemilihan jenis tanaman

Secara umum, orang membedakan tomat dari bentuk buahnya. Terdapat empat golongan tomat yang banyak beredar di pasaran yakni:

  • Tomat buah ataupun tomat granola, bentuknya bulat dengan pangkal mendatar
  • Tomat gondol, bentuknya lonjong biasa dipergunakan sebagai bahan baku saus
  • Tomat sayur, teskturnya keras rasanya sedikit kecut
  • Tomat cherry, bentuknya kecil rasanya manis kecut.

Cara menanam tomat dalam polybag tidaklah sulit. Langkah pertama pilih jenis tomat dan varietas yang mau ditanam. Sesuaikan lokasi tempat budidaya dengan varietas tomat yang mau dipilih, terutama untuk kondisi iklim dan ketinggian tempat.

Penyemaian benih tomat

Cara menanam tomat dalam polybag sebaiknya melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Benih yang berupa biji harus disemaikan menjadi bibit tanaman. Langkah ini diperlukan karena benih yang baru tumbuh membutuhkan perlakuan yang berbeda dengan tanaman yang telah tumbuh besar.

Siapkan tempat dan media persemaian terlabih dahulu. Pilih tempat persemaian yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung. Media persemaian dapat bermacam-macam, silahkan baca cara membuat media persemaian untuk hortikuktura.

Baca Juga : Berikut Manfaat Bunga Melati yang Bagus untuk Kesehatan Tubuh

Bentuk persemaian dapat berupa bedengan, rak semai, ataupun polybag semai. Untuk persemaian dengan bedengan, buat larikan diatas bedengan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar larik 5 cm. Kemudian tanam benih tomat pada tiap larik dengan jarak 3 cm, tutup permukaannya dan siram secukupnya.

Untuk persemaian yang menggunakan polybag, isi polybag dengan media persemaian. Jika tidak ada polybag dapat menggunakan daun pisang. Kemudian benamkan benih tomat sedalam 1 cm kedalam media tersebut. Lalu tutup permukaannya dan siram secukupnya. Setiap polybag cukup diisi satu benih.

kemudian benih disemaikan, lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari dengan gembor yang halus. Berhati-hatilah ketika menyiram, jangan sampai merusak permukaan persemaian.

Pemupukan tambahan dapat diberikan kemudian dua minggu dengan pupuk cair organik, pupuk kompos ataupun NPK. Perawatan lain yang harus dilakukan adalah penyiangan. Jangan sampai tumbuh gulma dalam area persemaian. Bibit tanaman tomat siap dipindahkan dari tempat persemaian ke dalam polybag kemudian 30 hari ataupun sudah memiliki setidaknya 5 helai daun.

Pemindahan bibit tomat

Sebelum bibit dipindahkan, siapkan media tanam dan polybag. Isi polybag tersebut dengan tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Untuk lebih detailnya lihat cara membuat media tanam untuk polybag.

Terdapat dua cara menanam tomat dari tempat persemaian ke dalam polybag. Pertama, memindahkan bibit dengan dicabut. Caranya, siram persemaian dengan air supaya media tanam menjadi lunak. Lalu cabut tanaman dengan hati-hati jangan sampai akar tanaman putus ataupun rusak. Kemudian masukkan tanaman tersebut secara tegak lurus pada lubang tanam yang ada dalam polybag. Posisi akar harus tegak lurus jangan sampai bengkok ataupun terlipat. Atur kedalaman lubang tanam sesuai dengan panjang akar.

Baca Juga : Keunikan Buah Melon Kotak dan Cara Pembentukan Buah Menjadi Kotak

Kedua, memindahkan bibit dengan diputar. Caranya tanaman tomat diangkat dengan media yang ada disekitarnya. Untuk bibit dari bedengan, cungkil tanaman sedalam 10 cm dengan sekop ataupun tangan. Kemudian angkat dan pindahkan berikut dengan tanahnya.

Untuk bibit dalam polybag semai, sobek ataupun tarik plastik polybag semai kemudian dipindahkan beserta tanahnya kedalam polybag yang lebih besar. Polybag semai dari plastik dapat dipakai berulang-ulang.

Pemeliharaan dan perawatan

Pemeliharaan tanaman tomat dalam polybag ataupun pot relatif mudah. Kesehatan tanaman lebih lebih terkontrol karena terhindar dari penularan penyakit lewat akar. Jaga supaya media tanam tidak terlalu kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, tetapi jangan terlalu basah untuk menghindari busuk akar.

Siangi gulma yang terdapat dalam polybag secara teratur. Apa jika ada tanaman yang layu ataupun mati, cabut segera dan buang media tanamnya supaya tidak menulari tanaman lain. Perawatan lain yang diperlukan adalah pemangkasan tunas dan pemberian ajir sebagai penopang tanaman.

Pupuk tanaman kemudian satu minggu dengan kompos sebanyak satu genggam untuk setiap polybag. Lakukan penambahan pupuk kompos setiap bulan, ataupun Jika terlihat tanaman kurang subur. Jika tanaman mau berbuah dapat ditambahkan pupuk buah ataupun pupuk organik cair.

Baca Juga : 5 Cara Budidaya Cabai Rawit dengan Mudah, Pemula Wajib Coba

Hama dan peyakit tanaman tomat lumayan banyak. Jika terlihat ada serangan hama, ambil hama tersebut secara manual. Buang daun ataupun batang yang rusak terkena hama. Penyemprotan hendaknya dilakukan apaJika benar-benar diperlukan. supaya lebih aman untuk kesehatan dan lingkungan gunakan pestisida organik yang lebih alami. Silahkan baca cara membuat pestisida organik.

Pemanenan

Tanaman tomat dalam polybag sudah dapat dipanen kemudian 3 bulan, tergantung dari varietasnya. Kriteria buah tomat yang siap dipanen adalah yang berubah warna dari hijau ke kuning-kuningan ataupun tepi daun terlihat kering dan batang menguning. Pemetikan dilakukan pada buah yang telah matang saja.

Buah tomat tidak matang secara serentak. Lakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali, jangan terlalu rapat untuk menghindari kerusakan tanaman. Waktu pemetikan yang paling baik pagi dan sore hari, ketika sinar matahari tidak terlalu terik. Demikian uraian singkat tenang cara menanam tomat dalam polybag.

Untuk hasil yang maksimal, gunakan benih unggul dari sumber yang terpercaya. Benih tomat dari berbagai varietas dapat didapatkan di toko-toko pertanian. Keterangan mengenai sifat-sifat tanaman dapat dibaca pada label yang tertera dalam kemasan benih.

Minggu, 20 Juni 2021

5 Cara Budidaya Cabai Rawit dengan Mudah, Pemula Wajib Coba


Cabai rawit ataupun cabai kecil (Capsicum frutescens) termasuk dalam famili Solanaceae serta merupakan tanaman berumur panjang (menahun), dapat hidup sampai 2-3 tahun apabila dipelihara dengan baik serta kebutuhan haranya tercukupi. Terdapat beberapa macam cabai rawit antara lain rawit kecil, sesertag serta besar.  Umumnya cabai rawit kecil rasanya sangat pedas. 

Cabai rawit dibuat untuk sayur, bumbu masak, asinan serta obat.  Budidaya cabai rawit secara umum tak berbeda dengan budidaya cabai merah. Namun yang harus diperhatikan ialah jarak tanam serta pemupukannya. Karena umurnya yang panjang, pemupukannya lebih banyak. Umumnya tanaman cabai rawit sangat tahan terhadap penyakit dibanding cabai lainnya.

BUDIDAYA TANAMAN

1. Persemaian

Kebutuhan benih tiap hektar berkisar 100-125 g. Dengan pesemaian pembuatan arah utara selatan menghadap ke timur. Media semai diolah dari campuran tanah serta kompos steril dengan perbandingan 1:1. Benh ditaburkan secara merata di atas media semai setelah itu ditutup dengan tanah tipis, disiram serta ditutup dengan daun pisang. Daun pisang dibuka secara bertahap. 

Setelah umur semaian kurang lebih 7 hari, semaian dipindahkan ke bumbunan yang terbuat dari daun pisang yang diisi campuran tanah serta kompos steril dengan perbandingan 1:1, serta dipilih bibit yang sehat serta pertumbuhannya bagus. Bibit berumur kurang lebih 30-35 hari setelah semai ataupun telah memiliki 5-6 helai daun siap untuk dipindahkan ke lapangan.

Baca Juga : 5 Cara Budidaya Lidah Buaya dengan Mudah, Pemula Wajib Coba

2. Penyiapan Lahan serta Penanaman

Apabila lahan yang hendak dipakai merupakan lahan kering ataupun tegal, maka tanah harus dibajak serta dicangkul sedalam 30-40 cm serta dibalik, setelah itu bongkahan tanah dihaluskan serta sisa pertanaman sebelumnya dibersihkan dapat tidak menjadi sumber penyakit.

Pembuatan bedengan dengan lebar 1-1,2 m, tinggi 40-50 cm (disesuaikan dengan kondisi tanah saat hujan, dapat kelengasan tanah terjaga namun tidak tergenang bila turun hujan) serta panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedeng kurang lebih 40-50 cm (disesuaikan dengan kemudahan memelihara serta dapat drainasenya berlangsung dengan baik). 

Pemberian kapur pertanian (jika kondisi tanah terlalu masam) dilakukan pada saat pengolahan tanah, 2-3 minggu sebelum tanam, dengan cara ditaburkan tipis di permukaan tanah setelah itu dicampur rata dengan tanah. Permukaan bedengan diolah agak setengah lingkaran untuk mempermudah pemasangan mulsa. Pemberian pupuk kansertag diberikan pada saat pengolahan tanah. setelah itu  mulsa plastik hitam perak dipasang.

Jarak tanam yang digunakan dalam penanaman cabai rawit ialah 70 cm x 70 cm ataupun 60 cm x 70 cm. Pada jarak tanam yang udah ditentukan diolah lubang tanam pada mulsa plastik dengan menggunakan kaleng yang dipanaskan. Lubang tanam diolah dengan kedalaman 15-20 cm serta diameter 20-25 cm, serta dibiarkan satu malam baru keesokan harinya bibit ditanam.

Baca Juga : 6 Prosedur yang Wajib Dilakukan Saat Budidaya Tanaman Hias

3. memelihara

Memelihara terdiri dari penyulaman, pemasangan ajir, penyiraman, pengaturan drainase, penyiangan, penggemburan, serta pemupukan. Penyulaman terhadap bibit yang telah mati dilakukan maksimal 2 minggu setelah tanam. Pemasangan ajir berupa bambu setinggi kurang lebih 1 m di dekat tanaman.

Penyiraman harus diperhatikan dapat tanaman tidak kekeringan terutama pada musim kemarau. Pemberian mulsa plastik hitam perak selain mampu untuk mengurangi populasi hama dapat membantu menjaga kelembapan tanah. Pada musim penghujan pengaturan drainase harus diperhatikan dapat lahan tidak tergenang air, karena hal tersebut dapat meningkatkan serangan penyakit akibat kelembaban yang tinggi.

Penyiangan terhadap gulma dilaksanakan pada umur tanaman 1 bulan. Hal ini perlu dilaksakan untuk mengurangi kompetisi tanaman dengan gulma dalam mendapatkan unsur hara. Pemupukan disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Kebutuhan pupuk meliputi pupuk kansertag 10-30 ton/ha, urea 200-300 kg/ha, SP-36 200-300 kg/ha serta KCl 150-250 kg/ha. Pemberian pupuk kansertag serta kapur pertanian dilakukan saat pembuatan bedengan. 

Pupuk buatan sebagai pupuk dasar diberikan dengan cara membuat larikan berjarak 25-30 cm dari tepi bedengan serta jarak antar larikan 70 cm, setelah itu taburkan pupuk secara merata pada larikan tersebut. Pemberian pupuk dasar  ini dilaksakan sebelum pemasangan mulsa sebanyak setengah dosis.

Pemupukan susulan diberikan saat tanaman berumur satu bulan, menggunakan sisa pupuk dasar. Pemupukan susulan ini dapat diberikan dengan cara dicor, setiap tanaman disiram dengan 150-250 ml larutan pupuk.  Larutan pupuk diolah dengan mengencerkan 1,5-3 kg pupuk buatan per 100 l air. Karena tanaman cabai rawit merupakan tanaman tahunan yang masih dapat berproduksi sampai 2-3 tahun maka sebaiknya dilakukan pemupukan ulang sesuai kebutuhan dapat produksinya terus bertahan.

4. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama lalat buah mampu dikendalikan dengan pemasangan perangkap lalat buah yang mengandung metil eugenol. Hama-hama pengisap seperti kutudaun, trips serta kutu kebul dapat dikendalikan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak serta juga pemasangan perangkap lekat kuning. 

Penyakit antraknose dapat dikendalikan dengan penggunaan varietas tahan serta juga penggunaan fungisida secara selektif.  Apabila dalam mengendalikan OPT menggunakan pestisida, maka harus benar dalam  pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval serta waktu aplikasinya.

5. Panen serta Pascapanen

Pada saat panen, buah yang rusak sebaiknya dimusnahkan, setelah itu buah yang dipanen dimasukkan dalam karung jala serta kalau akan disimpan sebaiknya disimpan di tempat yang kering, sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.

5 Cara Budidaya Lidah Buaya dengan Mudah, Pemula Wajib Coba

Lidah buaya ialah tanaman serba guna yang sudah dikenal khasiatnya sejak berabad-abad lalu. Lidah buaya ataupun sering disebut dengan aloe vera, menghasilkan dua bahan, yaitu gel serta getah, yang biasanya dipakai dalam obat­obatan.

Menanam lidah buaya tak dapat dibilang mudah serta terlalu sulit. Jadi, Anda harus mengetahui dengan pasti cara menanam yang baik supaya dapat tumbuh subur serta dapat dipetik manfaatnya.

Baca Juga : Yuk Mengenal Bunga Putri Salju, dari Cara Merawat Hingga 5 Jenisnya

1. Siapkan Wadah Pot

Pertama, tempatkan lidah buaya ke dalam pot yang mempunyai drainase yang baik. pakai pot dengan diameter mulai dari 1 sampai 2 inci lebih besar dari akar.

2. Tanam Bibit

Galilah media tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sebaiknya, Anda jangan terlalu dalam menggali karena lidah buaya mempunyai akar yang relatif lebih pendek serta menyebar di sekitar area dekat dengan permukaan.

3. Pastikan Mendapat Sinar Matahari Cukup

Jagalah tanaman lidah buaya supaya tak terpapar sinar matahari secara langsung sebab kalau tanaman lidah buaya terpapar sinar matahari, maka tanaman akan berubah warna menjadi putih sampai cokelat muda secara tiba-tiba.

Lidah buaya adalah tanaman sensitif terhadap perubahan suhu dratis. Oleh karena itu, jauhkan lidah buaya dari ventilasi ataupun pintu, terutama ketika musim dingin.

4. Penyiraman Tanaman

Lidah buaya tergolong tanaman sukulen seperti kaktus. Meskipun tanaman ini dapat menyimpan air dalam waktu yang cukup lama, tetapi Anda harus tetap menyiramnya. Siram tanaman lidah satu kali dalam 2-3 minggu serta pastikan terlebih dahulu media tanam lidah buaya benar-benar kering sebelum disiram air.

Baca Juga : Cara Mudah Menanam Kunyit di Dalam Pot atau Polybag! Sangat Mudah Dilakukan di Rumah

Ketika menyiram tanaman, pastikan tanah sepenuhnya basah serta air dapat mengalir bebas dari tanah sebab kalau terjadi terjadi penumpukan ataupun terlalu banyak air, lidah buaya dapat menguning serta mati. pakai jari ataupun tusukan kayu untuk mengetahui kelembaban tanah sebelum menyiram tanaman.

5. Pemberian Pupuk 

Meski lidah buaya umumnya tak membutuhkan pupuk, namun tak ada salahnya untuk memberikan pupuk supaya mempercepat pertumbuhan tanaman serta menjaga lidah buaya supaya tetap cantik serta sehat. Beri pupuk organik 1x saja dalam setahun dengan takaran yang sesuai.

Pertumbuhan dari tanaman lidah buaya sangat lambat. kalau berencana memanen daun lidah buaya untuk mendapatkan gel, Anda dapat dapat menanam lidah buaya yang berukuran 6 sampai 8 inci dengan mempunyai 10 daun lebih. 

Rabu, 17 Maret 2021

6 Prosedur yang Wajib Dilakukan Saat Budidaya Tanaman Hias

 

Bagi Anda yang ingin budidaya tanaman hias, tentu standar operasional prosedur proses budidaya tanaman hias harus diperhatikan dengan baik. Dikarenakan budidaya tanaman hias ini sangat berkaitan dengan iklim lingkungan, media tanaman, penyiapan benih, pemindahan bibit, pemupukan, dan pengairan.

Jika digaris bawahi, standar operasional tersebut sudah mewakili teknik budidaya tanaman hias secara keseluruhan yang terdiri dari 6 tahap, yaitu :

Teknik Pemilihan Media Tanam

Dalam proses pemilihan media tanam, pastikan sesuai dengan jenis lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman hias. Umumnya pemilihan media tanam terdiri dari dua jenis, yakni menggunakan pot dan menggunakan tanah terbuka. Media tanah yang menggunakan media pot ataupun lahan terbuka harus diolah terlebih dahulu.

Baca Juga:

Media Tanam Tanaman Hias

Media tanam ini biasanya dilakukan dengan cara menggemburkan tanah dan memberikan pupuk. Jika ditanam di media pot, Anda bisa menambahkan sekam dan kerikil sebagai bagian dasar tanah.

Pemilihan Bibit

Teknik ini membutuhkan ketelitian yang baik di dalamnya. Jenis bibit yang dipilih harus benar-benar memiliki kualitas agar mempermudah pertumbuhan. Oleh karena itu, bibit yang dibeli di toko, harus dipastikan toko tersebut terpercaya dan terkenal kualitasnya. Dalam hal ini, pemilihanya juga harus berkaitan dengan kesesuaian lingkungan.

Penyemaian

Penyemaian dapat dilakukan dengan cara penyebaran bibit pada lahan yang sudah disediakan. Teknik ini juga harus memperhatikan jarak dan jumlahnya. Jenis biji yang tergolong kecil, dalam satu area bisa disebar 2 sampai 3 bibit. Untuk jaraknya sendiri bisa disesuaikan dengan besarnya tumbuhan. Apabila tanaman hias yang akan ditanam semakin besar, maka jarak antara bibit yang satu dengan lainnya juga semakin jauh.

Penanaman

Memulai proses penanaman dapat dikerjakan sejak pemindahan benih ke media tanam utamanya. Benih yang dipindah harus dipastikan sudah cukup kuat untuk menopang batangnya sendiri. Teknik ini harus memiliki kedalaman yang cukup.

Penanaman Bibit - Pemindahan Tanaman

Setelah proses penanaman, yang harus segera dilakukan yaitu menyiram dengan air yang cukup. Maka dari itu, proses penanaman ini lebih baik dilakukan pada pagi hari disaat tumbuhan mulai melakukan fotosintesis dengan sinar matahari.

Perawatan

Proses perawatan pada tanaman harus dilakukan secara rutin agar kesegaran tanaman bisa bertahan lama. Teknik ini dibagi menjadi 3 tahap penting, yaitu:

- Teknik penyiraman, bisa dikerjakan sehari sekali untuk tanaman luar ruangan. Sedangkan tanaman dalam ruangan, bisa disiram 3 hari sampai seminggu sekali.

- Penyiangan, yakni pemangkasan berbagai tumbuhan pengganggu yang ada di sekitar bunga hias. Contohnya tanaman rumput atau tumbuhan parasit lainnya.

- Pengendalian hama, yaitu pencegahan hama agar tidak menempel pada tanaman dengan cara memberinya pestisida organik. Namun pemberian pestisida ini jangan terlalu sering dilakukan agar tidak merusak nutrisi tanaman.

Pemanenan dan Pasca Panen

Teknik yang satu ini adalah hasil akhir dari kegiatan budidaya tanaman hias, yaitu penyiapan tanaman untuk disimpan dan dipasarkan. Berbeda dengan proses pemanenan, proses pasca panen adalah kegiatan yang berkaitan dengan penyimpanan dan pemasaran tanaman agar aman sampai di tangan konsumen dan banyak yang tertarik untuk membelinya. Teknik pemanenan dan pasca panen bunga hias bisa dikategorikan menjadi 3 jenis sesuai penggunaannya, yaitu bunga potong, tanaman hias pot, tanaman lanskap