Dunia kuliner mengenal satu bahan yang dianggap sebagai puncak kemewahan, Truffle. Bukan emas atau kaviar, melainkan sebuah jamur yang bentuknya sekilas mirip dengan gumpalan tanah atau kentang busuk. Namun, di balik rupa yang sederhana itu, tersimpan aroma dan rasa yang begitu kuat sehingga mampu menyulap hidangan biasa menjadi santapan kelas ningrat.
Baca Juga:
- Cattleya, Anggrek Bernilai Tinggi Keunggulan, Perawatan, dan Daya Tariknya
- Rahasia Sukses Budidaya Arabica Premium Tanaman Mahal yang Dicari Pasar Global
- Vanili Indonesia Peluang Bisnis Besar dengan Pasar Global
Harta Karun di Bawah Akar Pohon
Berbeda dengan jamur pada umumnya yang tumbuh di permukaan kayu atau tanah, Truffle adalah jamur hipogeus, artinya ia tumbuh sepenuhnya di bawah tanah. Mereka hidup bersimbiosis dengan akar pohon tertentu, biasanya pohon ek (oak) atau pohon hazel.
Karena posisinya yang tersembunyi, manusia tidak bisa mencarinya hanya dengan mata telanjang. Zaman dulu, petani menggunakan babi untuk melacak aroma Truffle. Namun, karena babi sering kali langsung memakan jamur yang mereka temukan, sekarang pemburu Truffle lebih memilih menggunakan anjing yang telah dilatih khusus. Anjing-anjing ini akan mengendus tanah dan memberi tanda jika mereka mencium aroma "emas" tersebut.
Aroma yang Tidak Bisa Ditiru
Apa yang membuat Truffle begitu mahal? Jawabannya adalah aroma. Truffle memiliki profil aroma yang sangat kompleks: perpaduan antara bau tanah basah, musky, bawang putih, hingga aroma kacang-kacangan.
Menariknya, aroma ini sangat mudah menguap. Begitu Truffle diangkat dari tanah, kualitas aromanya akan menurun setiap jamnya. Inilah alasan mengapa Truffle segar harus segera dikirim menggunakan pesawat jet ke restoran-restoran bintang lima di seluruh dunia. Anda tidak bisa "mengawetkan" rasa asli Truffle dalam kaleng; yang sering Anda temukan sebagai "Truffle Oil" di supermarket biasanya hanyalah minyak sintetis yang aromanya dibuat di laboratorium, bukan dari jamur asli.
Ada dua jenis Truffle yang paling terkenal di dunia kuliner:
1.Truffle Hitam (Black Diamond): Banyak ditemukan di wilayah Perigord, Prancis. Kulitnya kasar dan hitam. Rasanya lebih "tahan banting" terhadap panas, sehingga sering dimasak bersama saus atau daging. harganya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per kilogram.
2.Truffle Putih (White Alba): Ini adalah kasta tertinggi. Berasal dari Alba, Italia. Jamur ini tidak bisa dibudidayakan sama sekali dan hanya tersedia di alam liar pada musim tertentu. Aromanya jauh lebih kuat dan eksklusif. Harganya? Bisa menembus angka ratusan juta rupiah per kilogram. Dalam sebuah lelang, satu butir Truffle putih raksasa pernah terjual seharga miliaran rupiah.
Mengapa Sangat Sulit Dibudidayakan?
Hingga saat ini, Truffle putih tetap menjadi misteri bagi para ilmuwan karena sangat sulit ditanam secara sengaja. Truffle membutuhkan kondisi tanah, kelembapan, dan ekosistem akar pohon yang sangat spesifik. Kelangkaan inilah yang menjaga harganya tetap selangit. Memanen Truffle bukan sekadar bertani, melainkan sebuah perburuan harta karun yang bergantung pada kemurahan hati alam.

.png)
Posting Komentar