Memiliki kebun sendiri tidak selalu memerlukan lahan yang luas. Bagi Anda yang tinggal di perkotaan atau memiliki area halaman terbatas, menanam tomat dalam pot adalah solusi yang sangat praktis dan produktif.
Tomat bukan hanya tanaman yang estetik dengan buahnya yang berwarna merah cerah, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri saat Anda bisa memetiknya langsung untuk dijadikan sambal atau salad segar.
Baca Juga
- Polybag, Solusi Praktis dan Efisien untuk Budidaya Tanaman
- Kubis Brussel, Sayuran Mini Kaya Gizi dengan Manfaat Besar bagi Kesehatan
- Madu dan Yogurt Bisa Menurunkan Berat Badan? Kombinasi Alami
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memulai perjalanan berkebun tomat Anda:
1. Persiapan Benih dan Wadah
Langkah pertama adalah memilih jenis tomat yang tepat. Untuk penanaman di pot, jenis tomat determinate (tomat semak) atau tomat ceri sangat direkomendasikan karena ukurannya yang lebih kompak.
Penyemaian: Rendam benih dalam air hangat selama 15 menit, lalu tanam di media semai (campuran tanah dan kompos). Dalam 5–7 hari, tunas kecil akan mulai muncul.
Pemilihan Pot: Gunakan pot atau polibag dengan diameter minimal 30 cm. Pastikan bagian bawah pot memiliki lubang drainase yang cukup agar air tidak menggenang dan menyebabkan busuk akar.
2. Media Tanam yang Tepat
Tomat adalah tanaman yang "rakus" nutrisi. Jangan hanya menggunakan tanah biasa. Campurkan tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Media ini memastikan drainase yang baik sekaligus menyediakan cadangan makanan bagi tanaman.
3. Proses Pindah Tanam
Setelah bibit memiliki 4–5 helai daun sejati (usia sekitar 3 minggu), pindahkan bibit ke pot besar. Lakukan pemindahan pada sore hari untuk mengurangi stres akibat panas matahari. Tanamlah bibit agak dalam hingga menyentuh pangkal daun pertama; ini akan merangsang pertumbuhan akar tambahan di sepanjang batang yang tertimbun.
4. Perawatan Harian: Air dan Cahaya
Tomat adalah pecinta matahari. Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari minimal 6–8 jam sehari.
Penyiraman: Lakukan penyiraman secara konsisten, pagi dan sore hari. Siramlah pada bagian tanah, bukan pada daunnya, untuk mencegah timbulnya jamur atau penyakit layu.
Pemasangan Ajir (Penopang): Seiring bertambahnya tinggi tanaman, pasanglah bilah bambu atau kayu sebagai penopang agar batang tidak patah saat mulai berbuah berat.
5. Pemupukan dan Pemangkasan
Untuk menghasilkan buah yang lebat, berikan pupuk tambahan setiap 2 minggu sekali. Anda bisa menggunakan Pupuk NPK atau pupuk organik cair.
Selain itu, lakukan pemangkasan pada "tunas air" (tunas yang tumbuh di ketiak daun) agar energi tanaman terfokus pada pembentukan buah, bukan hanya rimbun di daun saja.
6. Masa Panen
Momen yang paling ditunggu biasanya tiba dalam 60–90 hari setelah tanam, tergantung jenisnya. Petiklah tomat saat warnanya sudah berubah dari hijau menjadi kemerahan.
Gunakan gunting agar tidak merusak dahan tanaman. Jika Anda memetiknya saat masih agak jingga, tomat akan terus matang dengan sendirinya di suhu ruang.

.png)
Posting Komentar