Memelihara tanaman hias seringkali terlihat mudah: beri tanah, sinar matahari, dan air yang cukup. Namun, kenyataannya banyak pemula yang justru mendapati tanamannya layu atau membusuk meskipun sudah rajin disiram. Faktanya, menyiram tanaman adalah sebuah seni sekaligus sains.
Baca Juga:
- Jamur Alien: Bentuk Teraneh di Alam
- Madu dan Yogurt Bisa Menurunkan Berat Badan? Kombinasi Alami
- Minyak Bunga Matahari Manfaat, Kandungan, dan Kegunaannya untuk Kesehatan
Kesalahan dalam teknik penyiraman adalah penyebab nomor satu kematian tanaman di tangan pemula. Agar tanaman Anda tetap subur dan berumur panjang, hindari lima kesalahan fatal berikut ini:
1. Menyiram Terlalu Sering (Overwatering)
Inilah kesalahan yang paling sering terjadi. Banyak pemula menganggap bahwa semakin banyak air, semakin baik. Padahal, akar tanaman membutuhkan oksigen untuk bernapas. Jika tanah terus-menerus basah (becek), pori-pori tanah akan tertutup air, sehingga akar mengalami pembusukan (root rot).
Tips: Sebelum menyiram, masukkan jari Anda sedalam 2-3 cm ke dalam tanah. Jika terasa masih lembap, tunda penyiraman selama satu atau dua hari lagi.
2. Tidak Memperhatikan Drainase Pot
Anda mungkin sudah menyiram dengan jumlah air yang tepat, tetapi jika pot Anda tidak memiliki lubang drainase yang baik, air akan menggenang di dasar pot. Hal ini menciptakan lingkungan "beracun" bagi akar. Selalu pastikan pot Anda memiliki lubang di bawahnya dan gunakan media tanam yang poros (mudah mengalirkan air), seperti campuran tanah dengan sekam atau perlit.
3. Menyiram Daun, Bukan Tanah
Banyak pemula menyemprotkan air ke seluruh bagian tanaman, termasuk daun dan bunga. Padahal, bagian yang membutuhkan air adalah akar. Membiarkan daun dalam keadaan basah terlalu lama, terutama di malam hari atau di ruangan dengan sirkulasi udara buruk, dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri (seperti bercak daun atau busuk batang). Arahkan moncong penyiram langsung ke permukaan tanah agar air langsung meresap ke zona akar.
4. Jadwal Penyiraman yang Terlalu Kaku
Tanaman adalah makhluk hidup yang bereaksi terhadap lingkungan, bukan mesin yang bisa diatur jadwalnya secara kaku setiap pagi. Kebutuhan air tanaman berubah tergantung suhu, kelembapan, dan musim.
Pada cuaca panas dan terik, tanaman mungkin butuh air lebih banyak.
Di musim hujan atau saat cuaca mendung, penguapan berkurang sehingga frekuensi penyiraman harus dikurangi. Biasakan untuk memantau kondisi tanaman secara manual daripada hanya mengikuti jadwal kalender.
5. Menyiram di Siang Bolong atau Malam Hari
Waktu penyiraman sangat menentukan efektivitas penyerapan air.
Siang Hari: Jika Anda menyiram saat matahari sedang terik-teriknya, air akan menguap sebelum sempat mencapai akar. Selain itu, tetesan air pada daun bisa bertindak seperti lensa pembesar yang dapat membakar jaringan daun akibat panas matahari.
Malam Hari: Air yang tersisa di permukaan tanah atau daun pada malam hari tidak akan menguap karena suhu dingin. Kondisi lembap yang gelap ini adalah undangan bagi jamur dan siput.
Waktu terbaik untuk menyiram adalah di pagi hari (pukul 06.00 - 09.00), saat suhu masih sejuk sehingga tanaman memiliki waktu seharian penuh untuk menyerap air dan sisa air di permukaan daun bisa mengering perlahan.

.png)
Posting Komentar