Pete, Superfood Lokal yang Dahsyat atau Ancaman bagi Ginjal?

Di balik aromanya yang sering memicu perdebatan, pete (Parkia speciosa) sebenarnya adalah "bom nutrisi" yang tersembunyi. Secara medis, pete mengandung berbagai senyawa aktif yang jarang ditemukan dalam sayuran lain dalam kadar yang sama tingginya. Namun, layaknya obat, manfaat pete sangat bergantung pada dosis dan kondisi tubuh orang yang mengonsumsinya.

Baca Juga:

Kandungan Nutrisi: Lebih dari Sekadar Sayur

Pete mengandung kombinasi tiga gula alami (sukrosa, fruktosa, dan glukosa) yang dipadukan dengan serat. Hal ini memberikan dorongan energi yang instan namun stabil. Selain itu, jika dibandingkan dengan apel, pete memiliki:

Empat kali lipat protein.

Dua kali lipat karbohidrat.

Tiga kali lipat fosfor.

Lima kali lipat vitamin A dan zat besi.

Manfaat Kesehatan yang Teruji secara Medis

Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah: Pete sangat kaya akan Kalium (Potasium) namun sangat rendah garam. Kalium berperan penting dalam membantu denyut jantung tetap teratur dan memicu otak untuk membuang kelebihan cairan dan garam dalam tubuh. Hal ini menjadikannya makanan alami yang hebat untuk mencegah hipertensi dan stroke.

Antioksidan Tinggi untuk Menangkal Kanker: Penelitian menunjukkan bahwa pete mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang bersifat antioksidan. Zat ini bertugas melawan radikal bebas dalam tubuh yang menjadi pemicu kerusakan sel dan penyakit kanker.

Membantu Masalah Pencernaan: Karena teksturnya yang lembut dan berserat, pete bertindak sebagai antasida alami. Ia mampu menetralkan asam lambung dan melapisi dinding lambung sehingga mengurangi risiko iritasi atau luka (maag).

Stabilisator Mood (Anti-Stres): Pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Serotonin dikenal sebagai hormon "bahagia" yang membuat tubuh lebih rileks, memperbaiki suasana hati, dan membantu penderita depresi ringan merasa lebih baik.

Sisi Gelap: Kapan Pete Menjadi Tidak Sehat?

Meskipun kaya manfaat, pete memiliki sisi yang harus diwaspadai, terutama bagi kelompok orang tertentu:

Beban bagi Ginjal: Pete mengandung kadar asam amino yang tinggi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meninggalkan sisa metabolisme yang berat bagi ginjal. Bagi orang yang sudah memiliki masalah fungsi ginjal, konsumsi pete sangat tidak disarankan karena bisa memperparah kondisi organ tersebut.

Asam Jengkolat (Djenkolic Acid): Meski kadarnya jauh lebih rendah dibanding jengkol, pete tetap mengandung asam jengkolat. Pada orang yang sensitif atau jika dikonsumsi terlalu banyak, zat ini bisa membentuk kristal tajam di dalam saluran ginjal (kejengkolan), yang menyebabkan nyeri saat buang air kecil hingga kencing berdarah.

Asam Urat: Bagi penderita asam urat, pete sebaiknya dibatasi. Kandungan purin di dalamnya dapat memicu kekambuhan nyeri sendi.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama