Rabu, 01 November 2017

Budidaya Jamur Tiram

Budidaya Jamur Tiram




Inilah cara-cara pembuatan bibit jamur yang bisa
Anda lakukan sebelum memulai usaha.

Bibit jamur F1

Dilakukan dengan mengambil spora langsung dari indukan jamur dewasa. Spora bisa Anda
ambil di kantong spora yang terletak pada ujung basidia. Basidia adalah bagian
dari tubuh jamur yang terletak pada sekat-sekat atau bilah-bilah jamur dewasa. Untuk teknik pembibitan F1,
kamu dapat menggunakan media Potatoes Dextorse Agar (PDA) untuk menghasilkan kultur murni jamur konsumsi.

Bibit Jamur F2

satu tabung bibit F1 yang dihasilkan bisa diturunkan menjadi 60 botol
bibit F2. Proses ini dilakukan dengan memasukan PDA (Potatoes Dextorse Agar) ke media lain berupa biji-
bijian untuk memperbanyak miselium.Jenis-jenis biji yang bisa kamu gunakan misalnya saja seperti
gandum, sorgum, atau jagung yang kemudian dikemas dengan menggunakan botol.

Bibit Jamur F3

Selanjutnya bibit jamur F2 diturunkan lagi menjadi bibit jamur F3. Proses ini bertujuan untuk memperbanyak
pertumbuhan miselium dari bibit F2. Kemudian hasil dari bibit F3 biasanya digunakan untuk pembibitan pada
media tanam jamur yang biasanya menggunakan baglog berisi serbuk gergaji kayu.

Bibit Jamur F4

Ialah pengembangan dari bibit F3 yang ditanam di dalam baglog. Rata-rata setiap botol
bibit F3 bisa dikembangkan dalam 30 baglog jamur. Penanaman bibit dilakukan dengan cara memasukan bibit ke
dalam leher baglog hingga penuh. Proses ini membutuhkan ketelitian dan peralatan yang serba steril, agar
bibit yang dikembangkan tidak terkontaminasi organisme lain. Bibit F4 isebut juga dengan bibit
siap tanam atau bibit yang biasa dibudidayakan petani di rumah kumbung jamur.
Baca Juga:
Beginilah Bagaimana Cara Budidaya Tanaman Kencur
5 Langkah Jitu Dalam Proses Budidaya Tanaman Buah Markisa
Inilah 6 Tahapan Penting Dalam Budidaya Tanaman Lemon
Langkah Jitu Budidaya Daun Mint!

 yang berkembang dibudidayakan hingga saat ini adalah jamur tiram putih, coklat dan merah muda. Jamur ini, ada pada kayu lapuk atau yang sudah mati, tumbuh pula di ilalang, sampah tebu dan sampah sagu.Jamur tersebut tidak beracun dan boleh dimakan. Jamur yang tergolong beracun dan tidak dapat dikonsumsi, jika jamur tiram misalnya, tumbuh di kayu yang masih hidup, tumbuh di bangkai, kotoran ayam atau binatang ternak. “Jika termakan, jamur jenis ini akan menyebabkan keracunan dan dalam konsentrasi racun tinggi dan bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.
jamur beracun pada umumnya tangkai payungnya bergelang atau terdapat lingkaran jika dipotong terdapat cairan kekuning-kuningan dan berlendir. “Jika terdapat tanda-tanda tersebut, sebaiknya jamur ini jangan dikonsumsi,” saran Parman. Jamur ini biasanya tumbuh liar, ada juga jamur yang sengaja dibudidayakan untuk dikonsumsi tentunya jamur yang tidak beracun, jadi tidak 
perlu khawatir membeli jamur apalagi yang sudah dalam kemasan. jamur juga kerap dikonsumsi setelah mengalami pengeringan untuk pengawetan. Menurut Nyoman, antara jamur segar dan jamur kering terdapat perbedaan kalori yang dikandungnya.jamur yang baik di komsumsi dalam 100 gram di dalamnya terdapat 15 kalori, protein 3,8 gram, lemak 0,6 gr, karbohidrat 0,9 gr, kalsium 3 mg, zat besi 1,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan vitamin C 5 mg.selain itu 100 gram jamur kering terdapat 128 kalori, protein 16 gram, lemak 0,9 gr, karbohidrat 64,6 mg, kalsium 51 mg, zat besi 6,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan tidak mengandung vitamin C. “Jamur segar maupun jamur kering mereka tidak mengandung vitamin A,” ujar Nyoman yang sudah 15 tahun bekerja di Instalasi Gizi ini.


dalam pembibitan hingga panen dalam budidaya jamur tiram ini juga cenderung gampang. Setelah polybag-polybag suhunya rendah, bibit jamur tiram dimasukkan satu sendok di bagian atasnya dan disimpan dalam ruang inkubasi. banyaknya bibit yang dimasukkan tidak akan berpengaruh pada berat jamur yang dihasilkan melainkan proseskeluarnya jamur bisa lebih cepat, kata Mahrup. Lama kelamaan, polybag-polybag tersebut nantinya akan kelihatan memutih di seluruh permukaannya.

di ruang produksi, perawatan sederhana dimulai dengan membersihkan ruangan tiap pagi serta menyemprot polybag dengan air untuk tetap menjaga kelembaban ruangan serta merangsang tumbuhnya jamur tiram. Agar berkembangannya jamur lebih cepat, maka kapas penutup mulut polybag dibuka beberapa sebelum jamur keluar. Dalam selama 15 hari dalam ruang produksi, jamur akan terlihat bermunculan, keluar dari mulut-mulut polybag. Tidak setelah 3 hari kemudian jamur tiram pun mekar dan panen pertama pun bisa dimulai.


Selamat mencoba "Budidaya Jamur Tiram"
dan semoga sukses
Butuh Polybag?
Segera Hubungi : 085233925564 | 087702821277 | 081232584950

Terima kasih telah berkunjung & semoga bermanfaat.👋👋
Salam Hangat,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar