Selasa, 16 Mei 2017

Cara Tepat Budidaya Tanaman Buah Dalam Pot

Tanaman Buah Yang Cocok Dibudidayakan Dalam Pot (Tabulampot)
Bisa dikatakan hampir semua tanaman buah dapat ditanam di dalam pot, namun beberapa jenis tanaman buah yang telah berhasil ditanam di dalam pot antara lain :
Jenis jambu ( jambu bangkok, jambu air ), Mangga, Kedondong, Sawo, Kelengkeng, Delima, Pisang, Salak, Jeruk ( Jeruk nipis, jeruk manis, jeruk kasturi ), Anggur serta Rambutan.

Menyiapkan Bibit Tabulampot
Hal pertama yang harus dilakukan yaitu mencari bibit tanaman. Bibit tanaman sangat menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Oleh karena itu pilihlah bibit memiliki sifat unggul, bebas serta tahan dari hama serta penyakit tanaman. Terdapat dua jenis bibit tanaman yang dapat dipilih, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) serta bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi serta penyambungan). Dalam budidaya tabulampot bagusnya menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit vegetatif yaitu sifat tanamannya dapat dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah. Kekurangan bibit vegetatif yaitu akarnya kurang kuat sehingga tanaman mudah roboh atau mengalami kekeringan.
*Baca Juga : Rahasia Budidaya Apel Dengan Mudah

Menyiapkan Media Tanam
Media tanam untuk tabulampot bermacam-macam. Media tanam tabulampot harus dapat menyimpan air serta memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.Media tanam yang biasanya digunakan yaitu campuran tanah, kompos serta arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Dapat juga campuran tanah, pupuk kandang serta sekam padi dengan komposisi 1:1:1. Tanah serta material organik di daerah tropis biasanya memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Bila bahan-bahan media tanam tersebut terlalu asam campurkan kapur pertanian atau dolomit ke dalamnya.

Setelah media tanam siap, selanjutnya siapkan pot sebagai wadah. Jenis pot bisa terbuat dari tanah liat, drum, plastik, semen atau kayu. Pot dari berbahan tanah liat serta kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban serta temperatur media tanam lebih stabil. Namun kelemahannya bahan-bahan tersebut tidak tahan lama.Wadah tabulampot yang bagus harus mempunyai kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting guna aliran drainase serta memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah.

Penanaman Bibit Tanaman
Siapkan bahan media tanam, lalu ayak serta buang kerikil yang ada didalamnya. Kemudian campurkan bahan-bahan tadi hingga merata.Sediakan pot dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan ukuran tanaman. Bagusnya dimulai dari ukuran pot yang kecil. Lalu letakkan pecahan genting pada dasar pot, satu lapis saja. Kemudian taruh juga ijuk atau sabut kelapa diatas lapisan genting. Kemudian isi pot dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga terisi setengah pot.

Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun/batang bibit tanaman. Kemudian sobek polybag bibit tanaman, lalu letakkan bibit beserta media tanam dari polybag tepat ditengah-tengah pot. Timbun dengan media tanam hingga pangkal batang. Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang supaya tanaman tidak gampang roboh. Lalu siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban. Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh agar tanaman beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka.

Perawatan Tabulampot
Perawatan tabulampot meliputi:
Penyiraman
Tabulampot yang telah jadi harus di letakkan di tempat terbuka serta terkena cahaya matahari sepenuhnya. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan tiap hari,biasanya disiram saat pagi atau sore hari. Pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air atau gembor. Jika jumlah tabulampot banyak, penyiraman tabulampot bisa diprogram dengan membangun sistem irigasi. Sistem irigasi yang paling cocok ialah irigasi tetes. Irigasi ini irit tenaga kerja, hemat air serta mudah dikontrol.
*Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Membuat Tabulampot Srikaya Jumbo

Pemangkasan
Pemangkasan tabulampot meliputi pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi serta pemangkasan peremajaan. Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk tajuk baru serta mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus semua bagian tanaman. Pemangkasan produksi berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan. Selain itu, lakukan pemangkasan terhadap batang tanaman yang terlihat berpenyakit.

 Terakhir pemangkasan peremajaan, ini dilakukan terhadap tanaman yang telah tua. Pada tabulampot yang sudah tua, biasanya dilakukan penggantian media tanam serta pot (repotting). Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas. Terkadang pada kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.
Pemupukan
Media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas. Oleh sebab itu pemupukan menjadi hal yang sangat penting. Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam. Selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik. Jenisnya bisa kompos, pupuk kandang atau pupuk organik cair. Meskipun kandungan haranya tidak seakurat pupuk kimia, pupuk organik memiliki unsur hara yang lebih lengkap. Selain itu penambahan bahan-bahan organik akan merangsang aktivitas biologi dalam media tanam.

Pupuk kimia diperlukan pada saat-saat tertentu saja. Misalnya pada saat pembungaan serta pembuahan dimana tanaman memerlukan unsur-unsur hara makro seperti P serta K dalam jumlah banyak. serta beberapa unsur mikro seperti Ca, Mn, Fe, dll. Dalam pupuk kimia unsur-unsur tersebut dapat dipastikan takarannya.
Pengendalian Hama Serta Penyakit
Pengendalian hama serta penyakit pada tabulampot sebaiknya dilakukan sejak memilih bibit. Bibit unggul biasanya memiliki ketahanan terhadap hama serta penyakit tertentu. Belilah bibit dari sumber yang terpercaya serta memiliki sertifikat bibit.Pencegahan serangan hama serta penyakit juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam serta kebun. Gulma serta rumput liar disekitar kebun bisa menjadi sumber hama serta penyakit.

Bila tabulampot sudah terlanjur terserang hama atau penyakit, langkah pertama bisa membasmi secara manual. Misalnya dengan mengambil ulat yang menyerang atau memotong dahan yang terjangkit penyakit.Pada saat tabulampot berbuah, lindungi buah dengan plastik atau jaring pelindung.
Pergantian Media Tanam Serta Pot
Tabulampot yang telah mencapai ukuran tertentu perlu dipindahkan. Tempat tabulampot harus cukup untuk menopang ruang gerak tanaman. Pemindahan dilakukan sekaligus dengan mengganti media tanam. Dalam pergantian media tanam dalam tabulampot perlu juga dilakukan pemangkasan peremajaan, yaitu dengan memangkas akar tanaman. Akar tanaman yang terus tumbuh serta tidak pernah dipangkas, akan membuat media tanam menjadi terlalu padat. Akar yang panjangnya lebih dari 25 cm harus dipangkas. Bersamaan dengan pemangkasan akar, daun serta batang juga dipangkas guna mengurangi penguapan.

Selamat Mencoba....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar