Kamis, 08 Juni 2017

Panduan Lengkap Cara Budidaya Sirsak yang Menguntungkan



Sirsak (Annona muricata) merupakan tanaman buah yang berasal dari Karibia, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantong yang asam.

Manfaat daun sirsak ternyata 10.000 kali lebih kuat dan kemampuan kemoterapi untuk mengobati kanker. Hal ini di dasarkan pada sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh masyarakat kuno, daun sirsak sudah dikenal dan banyak digunakan untuk mengobati penyakit. Dan baru-baru ini dalam sebuah penelitian, bahwa daun dari pohon sirsak sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru. Buahnya dapat mencapai ukuran 20 hingga 30 cm dengan berat bisa mencapai 2,5 kilogram. Daging buah sirsak berwarna putih dengan jumlah biji yang cukup banyak yang berwarna hitam. Tanaman ini dapat tumbuh di manapun, tapi lebih baik di tanam di daerah yang cukup berair.

Kali ini kita akan membahas tentang "Cara Budidaya Sirsak" Penasaran?? Berikut Cara Budidaya Sirsak :

SYARAT TUMBUH

Sirsak dapat tumbuh pada daerah beriklim lembab, baik itu di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan ketinggian hingga 1000 mdpl. Pada daerah beriklim kering tanaman sirsak juga dapat tumbuh dan berbuah, asal air tanah dangkal yaitu kurang dari 150 cm. Curah hujan yang baik yaitu sekitar 1500mm/tahun-2000mm/tahun dengan musim kemarau sekitar 4-6 bulan. Tanaman sirsak dapat tumbh di semua jenis tanah, dan pH tanah yang baik untuk menanam sirsak adalah sekitar 5,5 hingga 7.

1. Pembibitan

Bibit sirsak dapat diperoleh dengan 2 cara yaitu dengan cara persemaian biji dan dengan cara menyangkok. Saat melakukan penanaman anda juga harus memperhatikan jarak tanam yang ideal antara tanama sirsak yang satu dengan tanaman sirsak yang lain. Jarak ideal yang biasa untuk menanam sirsak adalah sekitar 3m x 4m atau 4m x 6m,tergantung dengan varietas sirsak yang ditanam serta ukuran lahan tanam budidaya sirsak tersebut.

*Baca Juga : Budidaya Selada Di Pekarangan Rumah Ternyata Mudah Loh..

2. Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya digemburkan dulu dengan cara di bajak sebanyak 2X, kemudian bersihkan rumput dan sisa tanaman. Selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran 50cm x50cm x 50cm dan beri pupuk kandang atau pupuk kompos sekitar 10-15 kg/lubang yang dicampur dengan tanah pada setiap lubang.

3. Penanaman

Benih sirsak yang sudah siap tanam yaitu berumur sekitar 2-3 bulan, selanjutnya tanam pada lubang tanam yang telah dibuat. Timbun bibit dengan tanah sampai dekat pangkal batang, lalu padatkan dan siram sampai basah. Penanam yang baik dilakukan pada awal musim penghujan.

4. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada tanaman sirsak antara lain penyulaman, pengairan, pemupukan, pemangkasan, sanitasi kebun. Berikut Penjelasannya : 

Penyulaman : Hal ini bertujuan untuk mencukupkan tanaman persatuan luas yang mati beberapa saat setelah tanam, atau pertumbuhannya kurang sempurna, dilakukan sampai 6 minggu setelah tanam.

Pengairan : Penyiraman dilakukan minimal 2 hari sekali jika tidak ada hujan, sampai keadaan tanah di sekitar tanaman menjadi lembab.

Pemupukan : Perkiraan dosis dan waktu aplikasi didasari pengalaman petani dan perkiraan pada tanaman buah lain adalah sebagai berikut :
  • Beri pupuk NPK dengan dosis 1000 g dengan cara campurkan pada media tanam.
  • Saat umur 4-8 bulan setelah tanam dengan dosis yang sama dan berikan dengan  cara buat larikan kecil sekeliling batang yang berjarak ± 30 cm.
  • Kemudian sebarkan pupuk secara merata, lalu tutup dengan tanah dan siram dengan air.
Pemangkasan : Tanaman sirsak biasanya memiliki bentuk pohon yang baik, akan tetapi pada beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin untuk membatasi pohon hanya sebatas batang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

Sanitasi Kebun : Usahakan lahan tanaman sirsak selalu bersih, terutama pada bidang pengolahan, pada saat kegiatan ini dilaksanakan sebaiknya diikuti dengan penggemburan tanahnya.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Produksi buah sirsak di Indonesia pada umumnya masih rendah. Hal ini disebabkan karena petani hanya mengusahakan secara terbatas dengan kultur teknis yang kurang tepat. Di samping itu serangan hama dan penyakit merupakan penyebab lain yang merugikan secara ekonomi yaitu kehilangan hasil dan menurunnya kualitas buah.

*Baca Juga : Waspada!!! Inilah Hama & Penyakit yang Sering Mengganggu Tanaman Brokoli

6. Hama yang Menyerang Tanaman Sirsak

Kutu Sisik

Hama ini sangat merugikan dan sering menyerang tanaman sirsak, biasanya kutu ini melekat pada bagian tanaman yang masih muda seperti tunas, ranting, daun muda, bunga dan buah. Terutama untuk kutu betina, hama yang satu ini sangat suka mengisap cairan tanaman yang bisa mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhenti. Kutu betina dari kelompok Cerop/astes rubens, meletakkan telurnya pada bagian bawah badannya dan akan menetas 2 hari kemudian, nimfa muda akan pindah dari perut induknya menuju ke ranting-ranting muda terutama pada bagian tulang daun.

7. Panen

Buah sirsak sebaiknya dipanen apabila sudah matang (matang fisiologis). Buah yang sudah matang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : memiliki duri-duri yang sudah saling berjauhan dan warna kulit buah yang semula hijau mengkilat berubah menjadi hijau kekuning-kuningan.






Demikian Pembahasan Tentang Cara Budidaya Sirsak. Terima Kasih telah berkunjung.. Semoga bermanfaat dan terus ikuti postingan kami selanjutnya. Selamat Mencoba..

1 komentar:

  1. ASSALAMUALAIKUM SAYA ATAS NAMA PAK EKO ASAL MAJALENGKA KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI , PESUGIHAN YANG AKI BERIKAN ALHAMDULILLAH BERHASIL (1,5) MILIAR SAYA DAPAT, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNASI DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB KI_SHOLEH_PATI_085_244_669_169_SUPAYA LEBIH JELAS SILAHKAN KLIK-> PESUGIHAN CEPAT CAIR TIDAK ADA RESIKO APA APA terima kasih.

    BalasHapus