Senin, 09 Mei 2016

Budidaya Tanaman Seledri

Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk juga dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang kerap dijadikan herba atau tanaman bermanfaat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan serta penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap serta ekstrak minyak seledri digunakan sebagai obat.
Usaha tani budidaya seledri begitu pas dikerjakan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Tetapi tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan pada curah hujan tinggi.
Type tanah yang diinginkan dalam budidaya seledri yaitu tanah yang gembur serta mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5, 5-6, 5. Jika tanah sangat asam baiknya diberikan kapur atau dolomit.

Langkah menanam seledri
Ada dua langkah menanam seledri yakni perbanyakan generatif (dari biji) serta perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif umumnya diaplikasikan untuk budidaya seledri skala luas atau komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan dengan cara vegetatif lebih gampang dikerjakan.
Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemaikan biji terlebih dulu. Sesudah biji tumbuh jadi bibit, baru dipindahkan kedalam pot atau polybag. Tersebut langkah-langkahnya :
1. Sebelumnya biji disemai, rendam terlebih dulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) sepanjang 1 jam.
2. Sediakan tempat persemaian berbentuk bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari kombinasi tanah serta kompos yang sudah diayak dengan perbandingan 2 : 1.
3. Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai untuk melindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung serta sinar matahari.
4. Buat alur garitan diatas bedengan sedalam 0, 5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm.
5. Tebarkan benih kedalam alur itu serta tutup tipis dengan tanah lantas siram untuk menjaga kelembabannya.
6. Siram dengan air seperlunya setiap pagi atau sore untuk menjaga kelembapan media persemaian. Media jangan terlalu basah serta jangan juga sampai kekeringan.
7. Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag sesudah 1 bulan atau sesudah tumbuh 3-4 helai daun.
Perbanyakan vegetatif umumnya dikerjakan jika kita sudah mempunyai tanaman seledri terlebih dulu. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang ada dalam rumpun tanaman seledri yang sudah ada. Lalu pindahkan ke pot atau polybag baru. Setelah itu tanaman dapat diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.
Sesudah bibit siap dipindahkan, sediakan pot atau polybag ukuran tengah. Isi dengan media tanam yang terbagi dalam kombinasi tanah, kompos serta arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ayak terlabih dulu beberapa bahan itu. Pemakaian arang sekam tujuannya supaya media tanam mempunyai porositas yang baik serta bobot media jadi enteng hingga pot atau polybag mudah dipindahkan.
Jika tak ada arang sekam dapat ditukar dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam bikin media tanam, pakai beberapa bahan yang bebas dari hama serta penyakit.

Perawatan budidaya seledri

  • Kerjakan penyiraman setiap pagi serta sore sampai tanaman berusia 1 minggu. Kemudian frekuensi penyiraman cukup dikerjakan 2-3 kali dalam 1 minggu. Tergantung pada keadaan cuaca, upayakan media tidaklah terlalu becek atau kering. 
  • Untuk budidaya seledri organik pemberian pupuk organik cair begitu efisien diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di beberapa toko pertanian dalam beragam merk, atau dapat pula di buat sendiri. Terkecuali pupuk cair dapat pula dipakai pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk hayati. 
  • Encerkan pupuk organik cair sebelumnya disiramkan pada tanaman. Umumnya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum dipakai. Untuk lebih khususnya ikuti panduan yang ada dalam kemasan pupuk itu. Siramkan pupuk yang sudah diencerkan dengan dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dikerjakan setiap 1-2 minggu sekali. 
  • Budidaya seledri dalam pot atau polybag sebenarnya relatif jarang terserang hama atau penyakit. Tetapi pada budidaya seledri taraf luas serangan banyak dijumpai. Tak ada salahnya kita tahu jenis-jenis hama serta penyakit itu. 
  • Terdapat beberapa hama yang kerap didapati dalam budidaya seledri. Sebagian diantaranya yaitu ulat tanah, keong, kutu serta tungau. Hama-hama itu dapat diberantas dengan dipungut segera dengan tangan. Terlebih untuk penanaman dalam polybag. 

Sedang beberapa jenis penyakit budidaya seledri yaitu cercospora, bercak septoria serta virus aster yellow. Untuk hindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukan pencegahan mulai sejak awal. Mencegah dilakukan mulai sejak penentuan benih, menjaga sanitasi kebun serta pemupukan yang baik.
Jika serangan penyakit menghebat, dapat dikerjakan penyemprotan dengan pestisida organik.

Panen budidaya seledri
Panen budidaya seledri dapat dikerjakan berulang-kali. Panen pertama umumnya berlangsung sesudah tanaman berusia 1-3 bulan sesudah tanam, tergantung varietasnya. Perkembangan seledri dikatakan telah maksimum sesudah daunnya rimbun serta anakannya banyak.
Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang dengan cara periodik. Frekuensi pemanenan dapat dikerjakan 1-2 minggu sekali. Panen selesai jika perkembangan anakan telah tak produktif lagi. Panen dapat pula dikerjakan dengan dicabut.

Klik Artikel ini, Budidaya Bawang Merah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar