Panduan Lengkap Menanam Cabai di Polybag, Praktis dan Produktif

Menanam cabai adalah hobi yang menyenangkan dan bermanfaat, apalagi jika Anda gemar memasak dan ingin selalu memiliki pasokan cabai segar di rumah. Bagi Anda yang memiliki lahan terbatas atau tinggal di perkotaan, menanam cabai di polybag adalah solusi yang sangat praktis dan efektif. Selain hemat tempat, metode ini juga memudahkan perawatan dan pengendalian hama penyakit. Mari kita mulai panduan lengkapnya!

Baca Juga: 

1. Persiapan Benih Cabai

Langkah pertama adalah memilih benih cabai berkualitas. Anda bisa membeli benih di toko pertanian atau mengambil dari cabai segar yang matang sempurna.

Jika dari toko: Ikuti petunjuk penyemaian pada kemasan.

Jika dari cabai segar: Ambil bijinya, cuci bersih untuk menghilangkan lendir, lalu keringkan di tempat teduh selama beberapa hari.

Penyemaian: Siapkan tray semai atau wadah kecil (gelas plastik bekas, pot kecil) yang sudah diisi media semai (campuran tanah, kompos, dan sekam bakar). Tanam 1-2 benih per lubang/wadah dengan kedalaman sekitar 0,5 cm. Siram perlahan dan letakkan di tempat yang teduh namun terkena sinar matahari tidak langsung. Benih akan berkecambah dalam 7-14 hari.

2. Persiapan Media Tanam dan Polybag

Saat bibit sudah memiliki 4-6 daun sejati atau tingginya sekitar 10-15 cm, berarti sudah saatnya dipindahkan ke polybag.

Pilih Polybag: Gunakan polybag berukuran minimal 30x30 cm atau lebih besar untuk hasil maksimal. Pastikan polybag memiliki lubang drainase di bagian bawah.

Media Tanam Ideal: Campuran media tanam yang baik akan sangat memengaruhi pertumbuhan cabai Anda. Rekomendasi campuran:

Tanah gembur: 1 bagian

Kompos/pupuk kandang yang sudah matang: 1 bagian

Sekam bakar/arang sekam: 1 bagian

Sedikit pasir (opsional, untuk drainase lebih baik). Aduk rata semua bahan media tanam. Media yang baik harus gembur, kaya nutrisi, dan memiliki drainase yang baik.

3. Penanaman Bibit ke Polybag

Isi polybag dengan media tanam hingga 3/4 penuh.

Buat lubang di tengah media tanam seukuran bola akar bibit.

Keluarkan bibit dari wadah semai dengan hati-hati agar akar tidak rusak.

Tanam bibit ke dalam lubang, pastikan bagian pangkal batang berada sedikit di atas permukaan tanah.

Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang perlahan, jangan terlalu keras.

Siram segera setelah penanaman.

4. Perawatan Cabai di Polybag

Penyiraman: Siram tanaman cabai secara teratur, terutama di pagi atau sore hari. Pastikan media tanam selalu lembap tapi tidak tergenang. Frekuensi penyiraman bisa 1-2 kali sehari tergantung cuaca.

Penyinaran Matahari: Cabai membutuhkan sinar matahari penuh, minimal 6-8 jam sehari. Letakkan polybag di area yang terang dan terbuka.

Pemupukan: Setelah 2-3 minggu tanam, mulai berikan pupuk. Anda bisa menggunakan pupuk organik cair (POC) setiap 1-2 minggu atau pupuk NPK seimbang sesuai dosis. Saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, tingkatkan pupuk yang mengandung Fosfor (P) dan Kalium (K) untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

Penyiangan Gulma: Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabai agar tidak bersaing nutrisi.

Pemangkasan (Opsional): Pangkas tunas air yang tumbuh di ketiak daun paling bawah untuk fokus pada pertumbuhan batang utama dan cabang produktif.

Penjagaan dari Hama dan Penyakit: Periksa tanaman secara rutin. Hama yang umum menyerang cabai antara lain kutu daun, thrips, dan tungau. Penyakit yang sering muncul adalah antraknosa (patek) atau layu fusarium. Atasi dengan pestisida organik atau kimia yang sesuai jika serangan parah.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama